riau24

Jokowi Kerap Buat Putusan Penting pada Hari Rabu, Berikut Faktanya

Senin, 21 Oktober 2019 | 14:14 WIB
Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo

RIAU24.COM -  Pengumuman dan pelantikan siapa saja sosok yang bakal menjadi menteri pada kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, ditunda hingga Rabu 23 Oktober 2019 lusa. Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, pengumuman itu akan dilakukan pada Senin 21 Oktober 2019 hari ini, atau sehari setelah dirinya resmi dilantik menjadi presiden.

Faktanya, ternyata bukan kali ini saja Presiden Jokowi mengeluarkan keputusan penting pada hari tersebut. Selama ini, sejumlah kebijakan dan manuver politik Jokowi, juga kerap dilakukan pada hari yang sama. Apakah hari Rabu pekan ini bermakna baik bagi Jokowi?

BACA JUGA : Usai Sebut Ahok Kelas Glodok, Rizal Ramli Usul Dua Nama Ini Sebagai Petinggi BUMN

Dari data yang dilansir cnnindonesia, di awal masa periode jabatannya, Jokowi pernah merombak kabinet sacara besar-besaran pada Rabu, 27 Juli 2016. Ketika itu, Jokowi mengutak-atik 11 posisi kementerian di Kabinet Kerja jilid II.

Tak sampai di situ, belum genap dua tahun, Jokowi sudah kembali merombak susunan kabinet pada Rabu, 17 Januari 2018. Saat itu ia mengganti posisi Menteri Sosial, Kepala Staf Presiden, menambah anggota Wantimpres dan pelantikan KSAU.

Begitu pula. Jokowi pernah melakukan pertemuan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Rabu, 22 Mei 2019 usai pencoblosan Pilpres tahun ini.

Dilansir dari detik, untuk diketahui, Jokowi sendiri lahir lahir pada Rabu, 21 Juni 1961. Hari ini dalam tradisi Jawa memiliki makna khusus. Jokowi juga dikenal sebagai orang yang menyukai simbol-simbol Jawa.

Dalam penanggalan Jawa, Rabu, 23 Oktober 2019 jatuh pada Rabu Legi dengan Wuku Prangbakat. Selain itu, menurut anggapan budaya Jawa, Rabu juga dikenal sebagai hari baik.



BACA JUGA : Ceramah Ustadz Somad di KPK Tuai Masalah, Pegawai Yang Mengundang akan Diperiksa Pimpinan KPK

"Rabu itu kan hari tengah-tengah di antara minggu sampai sabtu, hari raja. [Rabu diyakini] lebih aman, halangan, risiko lebih kecil," kata Ki Wongso Wijoyo, ahli astrologi, kepada cnnindonesia, belum lama ini.

Namun, ia menambahkan, hal ini lebih pada pengertian atau keyakinan secara global. Buat orang Jawa, pemilihan waktu juga berdasarkan pada hari pasaran Jawa.

Bila kalender umum memiliki tujuh hari, yaitu Senin sampai Minggu, dalam kalender Jawa, dikenal lima hari pasaran yakni Kliwon, Legi, Pahing, Pon dan Wage. Sehingga, setiap hari Rabu bisa memiliki makna berbeda. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...