riau24

Polisi Amankan Ratusan Botol Saus Isi Sabu-sabu Asal Amerika, Bernilai Rp2,9 Miliar

Minggu, 03 November 2019 | 07:41 WIB
Ratusan botol impor dari Amerika Serikat diamankan polisi Australia, ternyata berisi sabu-sabu (foto/int) Ratusan botol impor dari Amerika Serikat diamankan polisi Australia, ternyata berisi sabu-sabu (foto/int)

RIAU24.COM - Minggu 3 Oktober 2019, Ratusan botol saus diamankan polisi di Australia. Polisi juga sekalian menangkap empat pria yang mengimpor botol saus dati Amerika Serikat (AS) itu.

Dikutip Okezone, ternyata ratusan botol saus itu diisi metamfetamin atau sabu-sabu. Tidak main-main sabu-sabu itu bernilai USD210 juta (sekira Rp2,9 miliar).

BACA JUGA : IPW Sebut Ledakan Bom di Polrestabes Medan Upaya Teroris Permalukan Kapolri Idham Aziz



Fox News melaporkan seorang pria berusia 45 tahun ditangkap di Kota Sydney. Terkait dengan tiga tersangka lain yang diamankan pada awal November. Sebelumnya petugas mendapati 768 botol saus sriracha yang diisi dengan sabu.

Hal itu terungkap saat pasukan perbatasan Australia pada 15 Oktober curiga dengan pengiriman kargo udara yang tiba di sebuah depot pengiriman Sydney dari Amerika Serikat (AS). Ketika dicek di dalam wadah, ternyata mereka menemukan ratusan botol saus sambal tetapi diberi tip.



BACA JUGA : Sempat Ditolak Keluarga, Natalia Formalkan Bersyahadat di Kuliah Muallaf Riau



Analisis forensik menunjuk bahwa isi botol positif mengandung sabu-sabu. Polisi menyebut narkoba sabu-sabu itu diperkirakan senilai Rp2,9 miliar.

Semua terungkap, awalnya seorang pria (36) ditangkap di Plumpton pada 20 Oktober. Besoknya, dua pria Victoria berusia 30 dan 34 tahun, diringkus di tempat parkir sebuah hotel di Sydney, Australia.

Polisi Australia kemudian mendapatkan delapan kotak sriracha di dalam mobil dan 26 kotak lagi di dalam hotel.

Pejabat Asisten Komisaris Stuart Smith dalam keterangan rilisnya, sebut penangkapan hasil investigasi yang kompleks. "Kami tahu sabu-sabu dikirim ke lab klandestin di wilayah Metropolitan Sydney untuk proses ekstraksi," sebut Stuart Smith.

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...