riau24

Sentil Karakter Pejabat Pemerintahan Jokowi, Fahri Hamzah: Jangan Pencitraan, Capek Tauk

Minggu, 03 November 2019 | 17:30 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (foto/int) Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (foto/int)

RIAU24.COM - Minggu 3 November 2019, Fahri Hamzah menyentil keras karakter-karakter pejabat di era pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Mantan Wakil Ketua DPR RI itu sampaikan pemerintahan Jokowi harus berfokus pada penyelesaian masalah, bukan malah sibuk 'pencitraan'.

BACA JUGA : Putra Sulung Jokowi Maju di Pilkada, PDIP Solo Kembali Beri Sinyal Kode Keras



Hal itu disampaikan Fahri Hamzah dalam akun facebooknya. "Pak Moh Mahfud MD juga kita kasi waktu. Kami diam bukan karena dapat apa-apa atau takut. Gak ada istilah takut. Pemerintah itu pegawainya rakyat. Pajak rakyat dirampas untuk pejabat. Kerja yang bener," tulis @Fahri Hamzah di facebook.

"Jangan ngarang cerita kosong, jangan pencitraan, capek tauk! Capek! Rakyat cuman punya 1 pertanyaan: "hasilnya apa, kok pejabat tiap hari bicara citra dan masalah. hasilnya mana?" Orang pengen suasana damai, aman, adil, kebebasan dan ekspresi di jamin. Ekonomi membaik, perut kenyang, ada pakaian, ada rumah, bisa berobat kalau sakit. Itu aja," katanya.



BACA JUGA : Persaingan Belum Usai, Pengamat Sebut Pelukan Erat Jokowi-Paloh Ibarat Clinch dalam Tinju



"Pejabat ini ngomong soaI-soal gak penting. Ngarang cerita kiri kanan. Katanya masalah tambah banyak, seolah masalah ini tambah darurat, selalu ada, gak bisa diberantas, Ekstra Ordinary, berkembang, tambah canggih, dll. Lah trus negara gunanya apa coba kalau masalah gak selesai?" sambung Fahri Hamzah.

"Jangankan kasi kita tenggat waktu, misalnya, "setahun teroris selesai, dua tahun korupsi hilang, 3 tahun rakyat sejahtera, 2 tahun ketimpangan hilang, BPJS gratis, sekolah murah, pangan murah, pekerjaan tersedia luas, sungai tambah bersih, hutan hijau, pantai jernih, dll. Tapi yang terjadi bikin frustrasi, kayak kita jalan di Iorong gelap tanpa lilin. Tanpa harapan. Presiden Jokowi sudah pidato pelantikan, kasi optimisme katanya pendapatan perkapita tahun 2045 adalah sekitar 27juta/bulan. Kenapa bukan ini yang diteruskan? Apa ide besarnya? Ayolah para menteri bikin optimis. Ayo para pendukung bikin optimis. dorong penyelesaian masalah," sebutnya.

"Ayo kita bantu. lnsya Allah bisa kok. negara Iain bisa, masak kita gak bisa. Mari jaga persatuan. Menteri jangan sembarang ngomong. belajar dulu baru ngomong. Ayo kita bisa! Nanti kalau saya ikut demo,jadi repot," sebut Fahri Hamzah.

Langsung saja status Medsos itu ramai dikomentari netizen atau warganet. @Akas Yusran Kolatlena: "Sukses untuk mu kakanda sang idolah kami."

@Erra Maryam: "Ya elah Pak ini yg sy suka dr bpk,, krn bpk pinter menilai orla, slma bpk jd DPR apa yg sdh bpk perjuangkan utk rakyat, bpk sdri aja yg hszan mendukung ruu kpk Smpe d sah kan,, bpk ini lebih baik byk2 intropeksi diri,ngaca!"

@Raden Surya Darma: "Saya selalu doakan yg terbaik. Teruslah berjuang buat negeri ini. Carilah kawan agar lebih kuat untuk bersama melawan kedzoliman."

@Muhammad Al Furqan: "ldealismenya masih bgitu tertata rapi. Kekonsistenannya pun tatkala rapi. Di antara beberapa tokoh panutan sya,mau dari kalangan politis, akademis, dll. Bung Fahri Hamzah lah yang senantiasa buat saya tetap sllu mau berada dalam garis perjuangan ,sampe saatnya seluruh lapisan masyarakat menikmati kesejahteraan."

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...