riau24

Di Negara Ini, Sepeda Motor Bakal Dilarang Melintas di Jalan

Senin, 04 November 2019 | 10:36 WIB
Ilustrasi/net Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Untuk memangkas emisi dan polusi, Pemerintah Belgia akan melarang penggunaan sepeda motor di wilayah Brussels. Aturan tersebut diusung oleh agensi pemerintahan yang bertugas mengelola lingkungan bernama Brussel Environment.

Brussel Environment akan melakukan studi terkait rencana pelarangan sepeda motor tersebut. Termasuk untuk menghitung jumlah partikel debu dan efek rumah kaca yang dihasilkan oleh sepeda motor tahun depan.

Setelah kajian itu rampung, maka mereka akan menentukan area mana dalam kota tertentu yang harus melarang adanya kendaraan roda dua masuk zona rendah emisi itu.
BACA JUGA : Diprediksi Jadi Lawan Calya dan Sigra, Harga Mobil Renault ini Dijual Mulai Rp 133,3 Juta

Kelompok industri otomotif Belgia, The Belgian Federation of Automobile and Cycle (Febiac) mengatakan jika langkah itu merupakan bentuk provokasi. Karena, berdasarkan hasil studi Prancis yang menyimpulkan jika sepeda motor menghasilkan karbon monoxida 11 kali lebih banyak dan 6 kali lebih banyak nitrogen dibandingkan dengan mobil. Hasil studi itu keluar karena sepeda motor masih menggunakan standar Euro-4 sedangkan sudah menggunakan Euro-6.

Pernyataan di atas berlawanan dengan pandangan lain yang melihat sepeda motor tidak hanya lebih baik emisinya untuk lingkungan. Sepeda motor juga dikatakan sebagai solusi dari kemacetan karena menggunakan ruang yang lebih sedikit di jalan dibandingkan mobil.

Di Brussel sendiri sepeda motor memiliki kontribusi karbon monoksida sebesar 6 persen, 0,2 persen nitrogen, dan 0,4 persen debu.

Ketua Febiac, Philippe Dehennin mengatakan pernyataan ini sengaja menyudutkan pengguna sepeda motor yang menjadi minoritas di sana. Padahal menurutnya sepeda motor berkontribusi besar dalam mengurangin kemacetan.


BACA JUGA : Diluncurkan Tahun Lalu, Penjualan Daihatsu Sirion Masih Kecil, ini Penyebabnya

"Alasan semacam ini sederhana karena menargetkan sebagian kecil pengguna jalan dan karena telah terbukti bahwa kemacetan lalu lintas harian dapat dikurangi dengan 40% jika ada 10% pengemudi memilih sepeda motor daripada mobil. Kami meminta pemerintah untuk melihat mobilitas dengan cara yang berbeda alih-alih langsung memberikan larangan, " kata Dehennin.

Dia merujuk pada undang-undang Eropa yang lebih dulu menegaskan aturan tersebut kepada kendaraan yang lebih besar alias mobil. Sepeda motor sendiri dikatakan Dehennin akan mengadopsi Euro-5 pada tahun 2020.

"Undang-undang Eropa memilih untuk mengatur kendaraan yang lebih besar terlebih dahulu baru yang lebih kecil setelahnya. Euro-5 akan wajib untuk pengendara sepeda motor mulai dari tahun 2020," tutupnya yang dilansir dari Detik.com, Minggu, 03 November 2019.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...