riau24

Butuh Uluran Tangan, Anak di Rupat Bengkalis Ini Alami Penyakit Tumor Ganas

Senin, 04 November 2019 | 12:31 WIB
Bocah malang bernama Riski Aril (7) butuh uluran tangan karena mengalami penyakit tumor ganas (foto/Hari) Bocah malang bernama Riski Aril (7) butuh uluran tangan karena mengalami penyakit tumor ganas (foto/Hari)

RIAU24.COM - BENGKALIS- Bocah malang bernama Riski Aril (7) butuh uluran tangan. Anak asal RT 012 RW 006 Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat ini mengalami penyakit tumor ganas.

Kabar penyakit yang dialami Riski Aril ini viral melalui media sosial, salah satunya melalui layanan WhatsApp (WA) group KHA (Konvensi Hak Anak). Sebagaimana informasi di share Wasiah yang juga Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis.

BACA JUGA : BKPP Bengkalis Umumkan Buka 83 Formasi dan 30 Jabatan CPNS



Bagi siapa saja yang ingin meringankan beban bocah malam ini, bisa memberikan bantuan berupa uang ke rekening BRI atas nama Sahril 5442-01-024559-53-9. Atau bisa dihubungi langsung ke nomor HP 0823-8672-1065.

Sebelum menderita tumor ganas pada bagian perutnya, anak dari pasangan Sahril (39) dengan Rusmaida (39), merupakan sosok bocah sehat dan normal. Namun nasib buruk menimpanya ketika sedang bermain bersama teman-temannya di sekolah, Riski terjatuh.



BACA JUGA : Mobil Calya Seruduk Pengendara Motor Hingga 15 Meter di Simpang Jalan Hangtuah Bengkalis



Gara-gara terjatuh saat bermain di sekolah, mengakibatkan adanya pembekuan darah di bagian perut bocah malang tersebut. Awalnya orang tua Riski, menganggap biasa saja kejadian itu. Namun lama kelamaan, bocah malang itu mulai mengeluh sakit karena perut bengkak.

Lantas Sahril dan Rusmaida, mengantarkan anaknya berobat di Puskemas setempat. Setelah mendapat rujukan, lantas Riski Aril dibawa ke Rumah Sakit Umum Dareah (RSUD) Arifin Ahmad,  akhirnya diketahui pembengkakan pada bagian perut adalah tumor.

Setelah diketahui penyakit tumor ganas di perut, bolak balik Sahril dan Rusmaidi membawa anaknya ke RSUD Arifin Ahmad untuk dilakukan kemoterapi. Sejauh ini sudah tiga kali bolak balik dari Rupat ke Pekanbaru.

Sebagai buruh panen di sebuah perusahaan perkebunan, tentu Sahril tidak punya cukup uang untuk membiayai transportasi menuju Pekanbaru. Sedangkan untuk biaya perawatan yakni kemoterapi menggunakan Kartu Sehat Indonesia alias kartu BPJS.

Dari informasi yang diterima, sejauh ini untuk biaya bolak balik Rupat-Pekanbaru, Sahril telah meminjam uang alias mengutang sebesar Rp10 juta.

Pada bulan September lalu, bocah malang ini sudah pernah dioperasi, namun saat ini kondisi belum membaik. Dijadwalkan pada 8 November 2019 nanti, Riski akan melakukan kontrol di RSUD Arifin Ahmad. Untuk menghemat ongkos, saat ini bersama keluarganya Riski menginap di rumah kerabat orang tuanya di Pekanbaru.(R24/Hari)

PenulisR24/hari



Loading...
Loading...