riau24

Tanjung Buton Port dan Holsten Marketing Malaysia Teken MoU, Sepakat Kerjasama Ekspor dan Impor

Selasa, 05 November 2019 | 09:37 WIB
Nota Kesepahaman yang menandai dimulainya hubungan kerjasama pengembangan pelabuhan antara PT Tanjung Buton Port (TBP) dengan Holsten Marketing (HM) SDN BHD Malaysia (foto/lin) Nota Kesepahaman yang menandai dimulainya hubungan kerjasama pengembangan pelabuhan antara PT Tanjung Buton Port (TBP) dengan Holsten Marketing (HM) SDN BHD Malaysia (foto/lin)

RIAU24.COM - SIAK- Nota Kesepahaman yang menandai dimulainya hubungan kerjasama pengembangan pelabuhan antara PT Tanjung Buton Port (TBP) dengan Holsten Marketing (HM) SDN BHD Malaysia, resmi ditandatangani kedua belah pihak di kediaman Gubernur Riau di Pekanbaru.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut disaksikan oleh Gubernur Riau Syamsuar dan Bupati Siak Alfedri, serta Timbalan Menteri Luar Negeri Malaysia yang didampingi Duta Besar Malaysia untuk Indonesia.

BACA JUGA : Buktikan Keseriusan Maju di Pilkada Siak, Syamsurizal Daftar ke Empat Partai



Tanjung Buton Port, merupakan perusahaan join venture, bentukan antara Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Samudera Siak dengan syarikat BGMC Malaysia, yang akan bekerjasama dengan Perusahaan Holsten Marketing dari Malaysia dalam hal pemasaran serta jasa penerimaan dan pengiriman barang dilokasi Pelabuhan Tanjung Buton 

“Pihak Tanjung Buton Port (TBP) akan membantu melakukan jasa pengiriman barang kepada pihak Holsten Marketing (HM) melalui Pelabuhan Tanjung Buton. Sebaliknya pihak HM juga akan melakukan jasa pengiriman barang kepada pihak TBP melalui Pelabuhan Batu Pahat” kata Bupati Siak Alfedri menjelaskan hubungan kerjasama kedua perusahaan lintas negara itu usai menyaksikan penandatangan MoU.



BACA JUGA : Sempat Dibuat Penasaran, Jampidsus Kejagung RI Kagum Dengan Istana Siak



MoU kerjasama tersebut kata dia, merupakan bentuk tindaklanjut dari kunjungan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia beberapa waktu lalu ke Kawasan Industri Tanjung Buton, dan berlaku hingga enam bulan kedepan dan dapat diperpanjang kembali sesuai persetujuan kedua belah pihak.

"Kawasan Industri Tanjung Buton letaknya sangat strategis, dan berpeluang menjadi pelabuhan alternatif setelah Singapura dan Batam. Tentunya keunggulan ini yang dilirik para investor," ujarnya. (R24/Lin)

PenulisR24/lin



Loading...
Loading...