riau24

Ternyata Presiden Jokowi Akui Pernah Menanyakan Pertemuan Nasdem Dengan PKS

Rabu, 06 November 2019 | 22:09 WIB
Presiden RI Jokowi (foto/int) Presiden RI Jokowi (foto/int)

RIAU24.COM - JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sempat mempertanyakan 'rangkulan mesra' antara Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman.

Menurut Jokowi pertanyaan tersebut penting untuk dilontarkan karena Nasdem masih satu koalisi mendukung pemerintahannya.

BACA JUGA : Pamer Jembatan Ketupat, Netizen Malah Fokus Gaya Bersepeda Anies Baswedan: Terlalu Santuy



Hal itu diungkapkan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara peringatan ulang tahun ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6 November 2019).

Awalnya, Jokowi menyapa para tamu-tamu yang hadir seperti mantan wakil presiden Jusuf Kalla, dan para tokoh senior Golkar. Ketika  menyapa para ketua umum partai Jokowi melontarkan godaannya untuk Surya.

"Para Ketua Umum partai yang hadir. Bapak Surya Paloh yang kalau kita lihat malam hari ini lebih cerah dari biasanya. Sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS," jelasnya.



BACA JUGA : Anggota DPR Ini Minta Baznas Mengubah Mindset Terhadap Pembangunan Ekonomi Rakyat



Jokowi menambahkan, wajah Surya terlihat lebih cerah karena habis berangkulan dengan Sohibul. "Saya tidak tahu maknanya tapi rangkulannya tidak biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu," ungkapnya.

Dirinya pun menjelaskan, telah menanyakan maksud pertemuan Surya dengan petinggi partai oposisi pemerintah ini saat keduanya bertemu di ruang tunggu. "Saya tanya ada apa tapi jawabnya lain waktu. Saya tanya dong karena beliau masih di koalisi pemerintah," ucap dia.

Seperti diketahui, Surya dan Sohibul bertemu pada Rabu, 30 Oktober 2019 di Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Usai bertemu keduanya mengekspresikan kedekatannya dengan berangkulan.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan ada tiga kesepakatan yang dari pertemuan Surya dan Sohibul. Pertama, masing-masing partai menghargai dan menghormati posisi mereka dalam pemerintahan.

Adapun poin kedua, NasDem dan PKS sama-sama mengedepankan akhlak karimah saat mengeluarkan pernyataan di depan publik.

 Willy mengungkapkan NasDem dan PKS sejatinya memiliki rencana sejak dua tahun lalu untuk mengadakan workshop komunikasi politik bagi para kadernya. Sementara poin terakhir adalah, kedua partai sepakat menjaga nilai-nilai kebangsaan Pancasila dan memerangi radikalisme serta intoleransi.

Sementara itu, berdasarkan sebuah rekaman video di media sosial Twitter beredar pernyataan Jokowi yang mengungkapkan siap merangkul siapapun juga yang bersebrangan dengan diri pada saat Pilpres. Namun tidak bagi PKS.

Hal ini pun sempat disindir oleh manrtan kader PKS Fahri hamzah bahwa ada partai yang sangat berharap diajak tetapi tidak akan diajak. (R24/Bisma)

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...