riau24

Dinilai Tak Punya Rasa Kemanusiaan, Giliran Kubu Novel akan Laporkan Balik Politikus PDIP Dewi Tanjung

Kamis, 07 November 2019 | 23:13 WIB
Dewi Tanjung-Novel Baswedan Dewi Tanjung-Novel Baswedan

RIAU24.COM -  Langkah politikus PDIP Dewi Tanjung yang melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan dengan tuduhan rekayasa kasus penyiraman air keras yang menimpanya, tampaknya akan semakin panas. Tak terima dengan tuduhan seperti itu, sekarang giliran kubu Novel yang akan balik melaporkan sang politisi ke Polri.

Langkah itu dilakukan karena Dewi Tanjung dinilai tak punya rasa kemanusiaan dengan membuat laporan itu. Novel sendiri dikabarkan merasa terpukul dengan aksi sang politisi yang gagal masuk parlemen tersebut.   

BACA JUGA : Sepekan Operasi Antik Muara Takus 2019, Polda Riau Amankan 25 Orang Tersangka

Langkah Novel yang akan menempuh jalan hukum itu, dibenarkan kuasa hukum Novel Baswedan, Saor Siagian.

"Kami sepakat tim kuasa hukum dan kemudian diminta Pak Novel untuk juga segera melakukan tindakan hukum. Karena itu, kami akan lakukan pelaporan soal pidananya," lontarnya, dilansir republika, Kamis 7 November 2019.

Bila tidak ada aral melintang, laporan itu akan disampaikan pada pekan depan.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan, apakah laporan akan dibuat langsung oleh Novel atau diwakilkan melalui kuasa hukum. "Saya kira nanti soal teknis, yang pasti kami akan segera melakukan tindakan hukum. Mungkin di antara Senin, Selasa, kami akan segerakan," tambahnya lagi.



BACA JUGA : Dalam Sepekan Polres Kampar Amankan 21 Tersangka Narkoba

Tak Punya Rasa Kemanusiaan
Menurut Saor, kliennya merasa sangat terpukul atas laporan yang dibuat Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya tersebut. Saor menilai pelapor tak memiliki rasa kemanusiaan.

"Kalau memang ingin tahu soal bagaimana keadaan mata Novel, mestinya dia menemui Novel menemui keluarganya, pergi ke rumah sakit. Apakah betul Novel itu benar diserang atau tidak," katanya.

Apalagi, kasus penyerangan terhadap Novel merupakan sesuatu yang sangat serius, bahkan Presiden Joko Widodo juga meminta agar Polri segera mengungkap tuntas.

"Artinya, ini adalah fakta hukum bahwa peristiwa penyerangan air keras ke mata Novel itu adalah benar adanya. Bahkan, diperkuat oleh tim pencari fakta yang dibentuk Komnas HAM bahwa betul Novel itu diserang dengan air keras yang berkaitan dengan pekerjaannya," tambah Saor lagi. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...