riau24

Tingkatkan Inovasi Layanan Publik dan Wisata, Siak Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Banyuwangi

Jumat, 08 November 2019 | 14:23 WIB
Pemerintah Kabupaten Siak meningkatkan kualitas pelaksanaan pelayanan publik (foto/Lin) Pemerintah Kabupaten Siak meningkatkan kualitas pelaksanaan pelayanan publik (foto/Lin)

RIAU24.COM - SIAK- Pemerintah Kabupaten Siak meningkatkan kualitas pelaksanaan pelayanan publik. Caranya memanfaatkan inovasi layanan berbasis digital seperti yang dilakukan di beberapa kabupaten dan kota di Indonesia. 

Sebagai persiapan menuju tahap itu, Pemkab Siak bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi. Tujuannya mengembangkan inovasi pelayanan publik dan pariwisata. Kedua pihak sudah bertemu di Banyuwangi Jawa Timur, Jumat,11 November 2019.

BACA JUGA : Gubernur Riau Kucurkan Dana Desa Rp 200 Juta, Bupati Siak Ingin Muncul Wirausaha Dari Kampung



Rombongan Pemkab Siak dipimpin oleh Bupati Alfedri dengan mengikut sertakan sejumlah Pimpinan OPD dan camat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, dan diterima oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas didampingi Asisten Pemerintahan Choiril Ustadi Yudawanto.

"Fokus Studi Tiru yang kami amati ialah terkait 10 Program Pelayanan Masyarakat serta Inovasi Pelayanan Publik dan pariwisata dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat," sebut Alfedri dalam pertemuan dengan Bupati Banyuwangi. 



BACA JUGA : Sekda Siak Lepas Serindit Boat Race Siak 2019 Hari Pertama



Pemimpin Siak itu kemudian merinci 10 program dan inovasi pelayanan publik dimaksud,  diantaranya terkait reputasi Kabupaten Banyuwangi sebagai Kabupaten dengan iven Festival terbanyak se Indonesia, dan Program Smart Kampung yang mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI).

Selain itu fokus studi tiru juga terkait best practise Mall Pelayanan Publik yaitu progam layanan kependudukan dan perizinan dalam satu tempat, Program Jemput Bola Perawatan Bagi Warga Miskin yang Sakit, Laskar Penjaja Sayur dan Ibu Hamil Berisiko Tinggi.

Demikian juga halnya dengan Tata Kelola Pembangunan dan Keuangan Desa Berbasis e-Village Budgeting dan e-monitoring sistem, Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekoiah (Garda Ampuh), dan Program Banyuwangi mengajar, serta pemberian uang saku dan uang transportasi bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.

"Tak hanya itu, di Banyuwangi kita juga ingin melihat Program Barisan Siap yaitu Bhabinkamtibmas Respons Pengaduan Setiap Masalah Publik, program Jelajah Edukasi di Laman Pendidikan Banyuwangi (Jendela Wangi), Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Grobak Sampah (Guyub Rukun Ngolah Bank Sampah) oleh pihak kecamatan, serta Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik, dan Inovasi Perencanaan yang terintegrasi melalui sistem informasi manajemen penganggaran dan pelaporan perencanaan (SIMRAL)," jelasnya.

Studi tiru tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui kerjasama replikasi inovasi pelayanan publik antara kedua daerah yang didahului penandatanganan MoU dan berbagai langkah persiapan internal lainnya.

"InsyaAllah segera dipersiapkan dukungan perangkat dan Sumber Daya Manusia terkait replikasi inovasi pelayanan publik ini. mudah-mudahan tahun 2020 ini sudah bisa diterapkan," tutupnya. (R24/Lin)

PenulisR24/lin



Loading...
Loading...