riau24

Pahlawan di Lapangan, Tim Damkar PT CPI Siap dan Tanggap di Saat Darurat

Minggu, 10 November 2019 | 17:01 WIB
Tim pemadam kebakaran Fire Emergency Response Team (FERT)  PT CPI senantiasa berkontribusi dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran. Tim pemadam kebakaran Fire Emergency Response Team (FERT) PT CPI senantiasa berkontribusi dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran.

RIAU24.COM -  PEKANBARU - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) turut menyampaikan apresiasinya terhadap tim pemadam kebakaran Fire Emergency Response Team (FERT) yang senantiasa berkontribusi dalam pencegahan dan pemadaman kebakaran. 

Fungsi dan tugas utama tim FERT adalah melindungi keselamatan karyawan dan fasilitas PT CPI dari bahaya kebakaran. Namun, dalam kesehariannya tim ini juga membantu upaya pemadaman kebakaran (damkar) yang dialami masyarakat di sekitar wilayah operasi Perusahaan. Tim FERT PT CPI berjuang bahu-membahu bersama tim damkar dari pemerintah daerah setempat.

Anggota tim FERT tidak hanya dilatih untuk mengendalikan api dengan menggunakan berbagai peralatan. Mereka juga dibekali keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama secara medis. 

“Dalam keadaan darurat medis, petugas damkar harus mampu memberikan respons pertolongan pertama. Kami harus berani dan memperhitungkan risiko di lapangan secara terbaik untuk keselamatan bersama,” kata Soepriyono, Fire Chief dari tim FERT PT CPI. 

Karena itu, lanjut dia, anggota tim damkar harus bekerja sesuai prosedur secara disiplin. ”Seorang petugas juga dituntut mampu berpikir kritis dan jernih dalam menyelesaikan masalah dengan cepat, di bawah tekanan yang ekstrim,” tutur Soepriyono.

Tahun ini, tim FERT PT CPI telah membantu pemadaman berbagai kejadian kebakaran di sekitar wilayah operasi Perusahaan di Riau, seperti rumah warga, tempat ibadah, dan sekolah. ’’Bantuan pemadaman yang kami berikan untuk masyarakat harus dikoordinasikan dengan aparat yang berwenang dan tim damkar pemerintah daerah setempat, serta mempertimbangkan sumber daya yang tersedia pada saat kejadian,’’ ucap Soepriyono.

Salah satu tantangan berat yang dialami tim FERT adalah upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karhutla dipengaruhi oleh banyak faktor dan memiliki tingkat risiko yang berbeda. Tidak mudah untuk mengantisipasi maupun memadamkannya karena karakteristik lahan gambut dan kondisi lapangan. Di antaranya ketersediaan sumber air terdekat, minimnya jarak pandang akibat ketebalan asap, serta sumber api di lahan gambut yang berada di kedalaman.

Pada September lalu, Soepriyono dan timnya harus berjibaku selama beberapa pekan dalam memadamkan api ketika terjadi karhutla di dekat lapangan minyak Duri. Mereka berjuang agar kebakaran tidak meluas ke permukiman warga maupun sumur minyak.

Soepriyono dan tim FERT tetap berupaya menguatkan tekad dengan menjadikan tugas ini sebagai misi kemanusiaan yang harus diselesaikan. Sebagaimana semboyan petugas damkar, yaitu “Pantang Pulang sebelum Padam”, menjadi penjaga bara semangat mereka. Karhutla akhirnya berhasil padam setelah dibantu oleh turunnya hujan.

“Dalam pengoperasian tim FERT, kami selalu berpegang teguh kepada nilai-nilai Chevron, yaitu salah satunya untuk Melindungi Manusia dan Lingkungan. Selain itu, kami selalu menerapkan pedoman keselamatan yaitu Lakukan dengan Selamat atau Tidak Sama Sekali,” tutup Soepriyono.***

 
 
R2rls
PenulisR24/saut



Loading...
Loading...