riau24

Menang Fachrul Razi Kembali Angkat Bicara, Kali Ini Terkait Imbauan MUI Jatim

Minggu, 10 November 2019 | 23:17 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi Menteri Agama Fachrul Razi

RIAU24.COM -  Setelah sempat heboh dengan pernyataannya terkait cadar dan celana cingkrang, Menteri Agama Fachrul Razi kembali angkat bicara. Kali ini ia menyikapi surat imbauan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur.

Untuk diketahui, MUI Jatim membuat surat imbauan untuk para pejabat, agar tak memakai salam semua agama saat memberi sambutan resmi.

"Kalau di situ bukan hanya orang agama Islam, pasti ... Kecuali acara Islam, Islam saja. Tapi kalau acara umum, nasional, harus nasional," komentar Menag Fachrul Razi, di Royal Kuningan Hotel Jakarta, Minggu 10 November 2019.

BACA JUGA : KPK Tetapkan GM Hyundai Enginering Construction Tersangka Suap Izin PLTU Cirebon

Dilansir detik, Menag Fachrul Razi mengatakan, ia memang belum mengetahui lebih detail soal imbauan itu.  Fachrul pun tak mau berkomentar apakah dirinya sepakat dengan imbauan tersebut atau tidak.

"Kita aja belum tahu, belum pernah dengar kok dibilang sepakat atau nggak," ujarnya lagi.

Untuk diketahui, MUI Jatim sebelumnya mengimbau para pejabat tak memakai salam pembuka semua agama saat sambutan resmi. Imbauan ini terlampir dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang diteken Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori.

Dalam surat tersebut terdapat poin yang menyerukan kepada para pejabat untuk menggunakan salam sesuai ajaran agama masing-masing. Jika pejabat itu Islam, diimbau cukup menggunakan kalimat 'Assalaamu'alaikum. Wr. Wb'.



BACA JUGA : Wika Salim Pakai Baju Putih Tipis, Netizen: Aduh Ada Malaikat

Terkait imbauan itu, Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori membenarkannya. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu hasil Rakernas MUI di Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu.

"Jadi begini, kami menandatangani atau membuat seruan itu karena doa itu adalah ibadah, misalnya saya terangkan salam, 'Assalamualaikum' itu doa, salam itu termasuk doa dan doa itu ibadah," terangnya di Surabaya. ***

 

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...