riau24

Mahasiswa Mulai Persenjatai Diri, Lempar Molotov Hingga Anak Panah ke Arah Polisi

Jumat, 15 November 2019 | 04:26 WIB
Mahasiswa di Hong Kong dikabarkan serang polisi Hong Kong pakai anak panah dan molotov (foto/int) Mahasiswa di Hong Kong dikabarkan serang polisi Hong Kong pakai anak panah dan molotov (foto/int)

RIAU24.COM - Jumat 15 November 2019, Kekisruhan yang terjadi di Hong Kong terus terjadi. Kali ini sejumlah mahasiwa mulai mempersenjatai diri dengan menembakkan panah hingga molotov ke arah polisi Hong Kong.

Para mahasiswa tersebut melakukan itu untuk melindungi diri. Seperti dilansir dari Okezone, kejadian itu terjadi dekat Universitas Politeknik Hong Kong, saat ada seruan bagi para pemprotes untuk berkumpul di kampus.

Dari sebuah posting Facebook, Polisi Hong Kong menyebut ketika gas air mata ditembakkan, mereka telah diserang oleh demonstran dengan panah. Enam panah diambil dari tempat kejadian dan tim investigasi kriminal polisi sudah menyelidiki kasus itu, Kamis 14 November 2019.

Dikanarkan para pelajar telah beralih menggunakan senjata baru mulai dari ketapel hingga busur dan panah yang diambil dari departemen olahraga. Hal itu upaya untuk menangkis serangan polisi yang dipersenjatai gas air mata dan peluru karet, seperti yang dilaporkan Channel News Asia.

Sementara di beberapa universitas lain, ribuan mahasiswa membarikade diri di dalam kampus dengan benteng darurat. Mereka blokir pintu masuk hingga menutup jalan-jalan, menyiapkan stok makanan, batu bata, dan bom molotov.

Sebagai informasi sudah 5 bulan protes di Hong Kong berlangsung. Dalam aksi protes terbaru jalan-jalan ditutup dengan batu bata dan barikade bambu, terowongan lintas-pelabuhan utama ditutup. Stasiun KRL dan layanan bus juga ditutup dengan alasan keamanan bagi masyarakat Hong Kong.

Protes dimulai sebagai respons terhadap pemerintah yang didukung Beijing berencana menghidupkan RUU ekstradisi. RUU itu akhirnya ditangguhkan tetapi demonstrasi telah meningkat, kekisruhan tidak dapat terhindarkan.

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...