riau24

Di Zaman Menteri Edhy Prabowo, Apakah Penggelaman Kapal Pencuri Ikan Ala Menteri Susi Berlanjut?

Jumat, 15 November 2019 | 11:48 WIB
Kapal asing yang ditenggelamkan karena ketahuan mencuri ikan di perairan Indonesia. Sanksi ini berlaku saat masa Menteri Susi Pudjiastuti. Foto: int  Kapal asing yang ditenggelamkan karena ketahuan mencuri ikan di perairan Indonesia. Sanksi ini berlaku saat masa Menteri Susi Pudjiastuti. Foto: int

RIAU24.COM -  Salah satu menteri yang paling banyak menyita perhatian semasa periode pertama pemerintaha Presiden Jokowi, adalah Susi Pudjiastuti. Hal itu disebabkan sejumlah terobosan yang dilakukannya, yang terkadang out of the box. Salah satunya, penenggelaman kapal asing yang bergentayangan di perairan Indonesia untuk mencuri ikan. 

Kebijakan ini termasuk salah satu yang paling banyak didukung masyarakat banyak. Lalu, apakah program itu akan tetap berlanjut setelah posisi Susi digantikan Edhy Prabowo? 

Baca Juga: PKS Tegaskan Tak Akan Calonkan Eks Koruptor pada Pilkada

Dilansir kompas, Jumat 15 November 2019, meski tak secara gamblang, sinyalemen bahwa program itu tidak akan berjalan lagi, sempat terlontar dari menteri Edhy Prabowo, belum lama ini. 

“Tentang program ke depan, saya akan melanjutkan program-program yang baik yang pernah dilakukan menteri yang lalu. Bagi yang baik akan saya sempurnakan menjadi lebih baik, dan bagi yang tidak baik akan saya cari program-program yang baru,” ungkap Edhy, Kamis (14/11/2019). 

Edhy menyebutkan bahwa program Susi berupa penenggelaman kapal asing sudah akan ditindak serius karena melanggar teritori Indonesia. Namun, terdapat mekanisme hukum yang harus dijalani tanpa perlu adanya penenggelaman kapal. 

“Kalau kita mengejar pelanggar kapal yang masuk ke Indonesia, sudah ditangkap, sudah menyerah, lalu kenapa harus ditenggelamkan? Kan ada mekanisme hukum dan aturan yang sudah kita lakukan. Secara prinsip adalah bagaimana langkah ke depan, sikap kita untuk memanfaatkan sumber daya laut ini agar bermanfaat bagi masyarakat pesisir,” terangnya ketika itu. 

Baca Juga: Wakil Ketua KPK Sebut Hukuman Mati Koruptor Hanya Retorika

Lebih lanjut, ia enjelaskan kebijakan penenggelaman kapal asing adalah program terdahulu. Ia juga menyiratkan bahwa program ini berpotensi tidak akan dilanjutkan, mengingat kapal asing bisa dimanfaatkan untuk keperluan nelayan atau infrastruktur di Indonesia. 

“Tentang penenggelaman kapal, Pak Jokowi sudah sampaikan bahwa itu cukup dulu. Yang penting sekarang setelah ditenggelamkan, mau diapakan laut kita ini? Bukan berarti penenggelamannya tidak kita lakukan,” sambungnya. 

Pada masa pemerintahannya, Susi memang cenderung ngotot untuk menenggelamkan kapal asing yang terlibat illegal fishing. Sebab, menurut dia, jika tidak ditenggelamkan maka kapal sudah pasti akan kembali lagi kepada asing dan digunakan untuk illegal fishing selanjutnya. 

Dalam sebuah wawancara televisi, Susi sempat menjelaskan bahwa Vietnam menggunakan nama orang Indonesia untuk kembali membeli kapal yang ditangkap karena illegal fishing oleh Pemerintah Indonesia. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...