riau24

Mendikbud Nadiem Wacanakan Hapus Ujian Nasional, Begini Respon Praktisi Pendidikan

Kamis, 28 November 2019 | 15:06 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

RIAU24.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berencana akan meninjau Ujian Nasional. Hal tersebut mendapat dukungan dari pegiat pendidikan.

Dilansir dari Tempo.co, Kamis, 28 November 2019, Pakar pendidikan dari Center of Education Regulation and Development Analysis, Indra Charismiadji mengatakan hingga saat ini, ujian nasional gagal menjadi tolok ukur untuk melihat kualitas murid. "Ujian nasional itu seperti timbangan yang rusak karena tidak mengukur kualitas anak," kata Indra.

Indra menjelaskan urusan pendidikan seharusnya bukan hanya soal angka-angka yang dicapai murid, melainkan juga bagaimana pendidikan itu menghasilkan suatu karya.

Baca Juga: Anies Baswedan Beri Penghargaan untuk Diskotik, Tak Disangka Sandiaga Uno Malah Komentar Begini

Dengan demikian, hasil karya guru ataupun murid tersebut semestinya menjadi portofolio buat mereka. "Negara-negara lain juga sudah menghapus standardisasi tes model ujian nasional. Ini era portofolio," tambahnya lagi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, Satriwan Salim mengatakan jika ujian nasional tidak menjadi standar kelulusan yang adil bagi semua murid. Karena, kata dia, siswa yang berada di daerah pelosok tidak memiliki fasilitas belajar-mengajar yang memadai, selayaknya sarana pendidikan di perkotaan.

Kata Satriwan, lembaganya mendukung Kementerian Pendidikan untuk menghapus ujian nasional. Namun, kata dia, sekolah tetap wajib mengevaluasi proses belajar-mengajar pada pertengahan atau akhir tahun ajaran. "Apa pun namanya, evaluasi harus tetap ada untuk pemetaan kualitas proses belajar," tambahnya lagi.

Baca Juga: Meski Berat Badannya Naik Terus, Syahrini Tetap Pede

Berbeda dengan Satriwan, anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah, Itje Chodidjah, menolak penghapusan ujian nasional. Ia mengatakan ujian nasional harus tetap ada, tapi tidak menjadi satu-satunya alat ukur untuk mengetahui ketercapaian tujuan kurikulum.

"Ada aspek keterampilan dan non-kognisi yang tidak bisa diukur lewat ujian, harus lewat assessment guru setiap hari," kata Itje.

Dia juga menyarankan agar ujian nasional digelar pada pertengahan tahun ajaran, sehingga hasil ujian itu menjadi bahan evaluasi di sekolah.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...