riau24

Mantan Napi Boleh Daftar Jadi Calon Ketua Umum Golkar, Ini Syarat Lainnya

Jumat, 29 November 2019 | 08:16 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  JAKARTA - Partai Golkar mempersilahkan mantan narapidana mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua umum (caketum). Partai berlogo pohon beringin itu tidak akan menghalangi hak demokrasi seseorang hanya karena status hukum yang pernah disandang calon tersebut.

"Selama dia sudah menjalani proses hukum dan sebagainya tidak akan ada permasalahan," kata Ketua Komite Pemilihan Ketua Umum Golkar maman abdurahman di sela-sela sosialisasi tata cara pendaftaran bakal caketum di DPP partai di Slipi, Jakarta Barat pada Kamis (28/11).

Baca Juga: Politisi PDIP Ini Laporkan Rocky Gerung dan Andi Arief ke Bareskrim Polri

Maman mengatakan, Golkar tetap akan memberikan kesempatan yang sama selama dia telah menjalani proses hukum. "Bagi kami selama proses setiap orang itu sudah melewati proses hukumnya bagi kami masih akan ada tahap verifikasi di internal kita. Tinggal catatan dia pernah melewati proses hukum," katanya seperti dilansir republika.

Maman menjelaskan, mengacu kepada AD/ART terkait pemilihan ketua umum Partai Golkar, setidaknya, ada tiga tahapan yang terdiri atas penjaringan, pencalonan, dan pemilihan. Dia melanjutkan, saat ini komitenya tengah menjalankan tahapan pertama yakni penjaringan bakal calon ketua umum partai Golkar.

Baca Juga: Soal Batas Usia Peserta Pilkada, MK Tolak Permohonan Faldo Maldini Cs

Setidaknya, ada 14 syarat yang wajib dipenuhi oleh setiap kader partai golkar yang memiliki niatan untuk maju sebagai Ketua umum DPP Partai Golkar periode 2019-2024. Beberapa syarat itu antara lain tidak pernah terlibat G 30 S/PKI, pernah menjadi pengurus partai tingkat pusat minimal 5 tahun dan/atau sekurang-kurangnya pernah menjadi pengurus di tingkat provinsi dan/atau pernah menjadi pengurus pusat organisasi pendiri dan yang didirikan selama 1 periode penuh yang dibuktikan dengan copy surat keputusan.

Disamping itu, pendaftar wajib mengisi formulir pendaftaran dan surat pernyataan yang disediakan oleh komite pemilihan. Maman melanjutkan, kader yang telah mendaftar dan memenuhi persyaratan yang tertera dalam proses penjaringan resmi menjadi bakal calon ketua umum Golkar.

Setelahnya, mereka harus mendapat dukungan minimal 30 persen pemegang hak suara sebelum ditetapkan sebagai caketum Golkar. Dukungan, Maman mengatakan, berupa surat tertulis yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris. Pendaftaran caketum akan dibuka hingga 2 Desember nanti.

"Bagi bakal calon yang sudah memenuhi surat dukungan 30 persen itu kami akan loloskan menjadi caketum yang nanti akan dilakukan pemilihan langsung, umum, bebas dan rahasia di Munas," katanya.***

PenulisR24/saut



Loading...
Loading...