riau24

Langkah Ini akan Dilakukan Jokowi untuk 'Ganggu' Mafia Migas

Jumat, 29 November 2019 | 11:48 WIB
Presiden joko Widodo Presiden joko Widodo

RIAU24.COM -  Presiden Joko Widodo mengaku sudah punya langkah untuk memberantas mafia minyak dan gas bumi yang hingga kini masih saja beraksi. Hal ini tak terlepas dari tekadnya mengurangi impor BBM untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Sebab, hingga saat ini mafia migas itu disebut-sebut masih mendapat keuntungan besar dari aktivitas impor BBM.

"Ada yang tidak mau diganggu impornya, baik minyak maupun LPG. Ini yang mau saya ganggu," lontarnya, saat memeri sambutan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019 di Hotel Rafless, Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

Baca Juga: SBY: Jangan Sampai Pertumbuhan Ekonomi Kita di Bawah 5 Persen

Dilansir tempo, Jokowi mengatakan pemerintah ingin mencari energi baru dan terbarukan, salah satunya mengolah batu bara menjadi synthetic gas yang akan diproses menjadi dimethyl ether sebagai pengganti LPG.

Dalam kesempatan itu, ia  menjelaskan penyebab mengapa pengembangan energi baru itu tidak kunjung dilakukan. Menurutnya, hal itu terjadi karena ada pihak yang menguasai impor minyak bumi dan gas.

Begitu pula penggunaan produk turunan minyak sawit sebagai biofuel juga terus dikembangkan. "Kalau ini dikerjakan, B20 berjalan dan sudah berjalan. Sebentar lagi Januari B30, masuk lagi B50 bisa berjalan, artinya impor minyak kita turun secara drastis. Sehingga urusan neraca perdagangan dan transaksi berjalan kita menjadi lebih baik," ujar Jokowi.

Baca Juga: Kemendikbud Hapus Ujian Nasional dan Diganti Sistem Penilaiaan Berbobot Penalaran

Ditambahkannya, pemerintah mengetahui pihak yang mendukung impor migas yang menyebabkan defisit neraca perdagangan.

"Seperti yang sudah saya sampaikan, kalau ada yang mau ganggu, pasti akan saya gigit orang itu. Nggak akan selesai kalau masalah ini tidak kita selesaikan," tambahnya lagi. ***

 

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...