riau24

Rumah Bergetar Akibat Proyek IPAL Warga: Proyeknya Kayak Keong

Senin, 02 Desember 2019 | 13:53 WIB
Pengerjaan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang saat ini sedang berjalan banyak dikeluhkan masyarakat sekitar (foto/Put) Pengerjaan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang saat ini sedang berjalan banyak dikeluhkan masyarakat sekitar (foto/Put)

RIAU24.COM - PEKANBARU- Pengerjaan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang saat ini sedang berjalan banyak dikeluhkan masyarakat sekitar. Terlebih lagi saat ini tengah memasuki musim penghujan yang mengakibatkan lalu lintas jadi terganggu.

Baca Juga: Proyek IPAL Buat Sengsara Masyarakat, Sekda Perintahkan Dua OPD Ini Lakukan Pengawasan



Dari pantauan di lapangan, selain menghambat arus lalu lintas, proyek tersebut juga mengakibatkan rusaknya struktur jalan dan bangunan di sekitarnya.

“Memang,  izin proyek itu ke pemerintah. Namun pihak kontraktor tidak ada meminta izin atau sekadar komunikasi dengan kami,” ungkap Suwendi, ketua RT 04 RW 04 Kelurahan Sukajadi kepada wartawan. Senin (2/12/2019).

Baca Juga: Sah, Pemko Pekanbaru Kelola 2 Rusunawa, Begini Pesan Pak Wali

Lebih lanjut disampaikannya, banyak warga mengeluh dan terganggu akibat proyek tersebut. Sebagaimana diketahui proyek IPAL di Jalan KH Ahmad Dahlan itu sudah berjalan hampir tiga bulan dikerjakan.

Warga di sekitar proyek IPAL itu merasa terganggu dengan getaran saat dilakukan pengeboran tanah. Getaran makin kuat saat pengeboran tanah hingga kedalaman enam meter.

"Rumah saya yang seluruhnya terbuat dari kayu merasakan getaran dan bergoyang kuat ,” sebutnya.

Getaran akibat pengeboran proyek IPAL dirasakan Suwendi padahal proyek berada beberapa meter dari kediaman saya yaitu di Gang Sempana. Ternyata, getaran tak hanya dirasakan di kediamannya. Semua warga di sekitar proyek itu merasakan hal yang sama.

"Tapi mau bagaimana lagi, itu proyek pemerintah. Kalau kami lawan nanti dibilang menghambat pembangunan pemerintah. Solusinya hanya satu, jika ada rumah yang ambruk maka warga akan meminta ganti rugi," ungkapnya.

Sebagian ketua RT ada yang mengadukan dampak proyek ini ke kantor kelurahan. Namun, sebagian ketua RT lain belum ada mengadukan.

"Mereka (para pekerja proyek IPAL) bekerja kayak keong, lambat sekali. Contohnya saja di belakang kantor gubernur. Sampai saat ini belum selesai," tutup Suwendi. (R24/Put)

PenulisR24/put



Loading...
Loading...