riau24

Bupati Resmikan Gedung Rawat Inap Gunung Toar

Senin, 02 Desember 2019 | 19:24 WIB
Bupati Kuantan Singingi Mursini, MSi meresmikan Gedung Rawat Inap Kecamatan Gunung Toar (foto/Zar) Bupati Kuantan Singingi Mursini, MSi meresmikan Gedung Rawat Inap Kecamatan Gunung Toar (foto/Zar)

RIAU24.COM - KUANSING- Bupati Kuantan Singingi Mursini, MSi meresmikan Gedung Rawat Inap Kecamatan Gunung Toar. Karena Pemda telah merevitalisasi Gedung Puskesmas dan meningkatkan status UPTD Kesehatan Puskesmas, dari Rawat Jalan menjadi Rawat Inap.

Baca Juga: Banjir di Kuansing Telan Korban Jiwa, Warga Asal Sungai Manau Kuantan Mudik



Menurut Bupati, UPTD Gunung Toar memiliki andil cukup besar, karena dapat menurunkan jumlah kematian serta meningkatkan cakupan program pelayanan kesehatan, secara keseluruhan melalui upaya Promotif dan Preventif serta memberdayakan masyarakat.

Oleh karena itu, Katanya, untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan, Meningkatkan sarana dan prasarana bidang kesehatan, Distribusi Bidan Desa ke seluruh desa di Kuansing, dan adanya jaminan persalinan.

Baca Juga: PT TBS Salurkan Bantuan Korban Banjir, Tidak Seluruh Desa Terkena Banjir

Maka, Germas yang sudah dicanangkan Tahun 2017 lalu, dan juga sudah memiliki Forum Germas. Diikuti pula " Sosialisasi Kabupaten Kota Sehat, Akreditasi Puskesmas dan berbagai macam Program", lainnya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Namun masih banyak yang harus dibenahi karena masih ada, Kematian Ibu sebanyak 9 Kasus, Kematian Bayi sebanyak 63 Kasus, Kematian Balita sebanyak 5 Kasus dengan Gizi kurang, dan Gizi Buruk ada 5 Kasus serta Stunting sebanyak 18 Persen," sebutnya.

Hal ini disebabkan, Belum seluruh pertolongan persalinan dilaksanakan oleh Tenaga Kesehatan dan difasilitasi kesehatan. Masih banyak pertolongan dilakukan oleh yang tidak terampil, termasuk di Gunung Toar ini. "Tahun ini saja ada 22 Persalinan, yang ditolong oleh Tenaga yang tidak terampil," ujarnya.

Padahal semua desa harus sudah mencapai Imunisasi Dasar Lengkap (UCL) sebesar 80 Persen, dan belum semua desa memiliki ODF/ Stop BABS," Tukasnya. (R24/Zar)

PenulisR24/zar



Loading...

Terpopuler

Loading...