riau24

Maju Jadi Calon Ketum Golkar, Bamsoet Disarankan Mundur Dari Ketua MPR

Selasa, 03 Desember 2019 | 09:26 WIB
Ketua MPR Bamsoet maju sebagai calon Ketum Golkar (foto/int) Ketua MPR Bamsoet maju sebagai calon Ketum Golkar (foto/int)

RIAU24.COM - JAKARTA- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo disarankan untuk mengundurkan diri dari jabatannya karena maju sebagai bakal calon Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) pada 3 s/d 6 Desember 2019.

Baca Juga: Tak Efektif Berantas Korupsi, Komnas HAM Take Setuju Hukuman Mati Bagi Koruptor



Hal itu diungkapkan oleh Ketua Fraksi Golkar di MPR RI, Idris Laena pada saat jumpa pers di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Idris menyebutkan, hal ini sesuai dengan etika fakta integritas yang pernah ditandatangani jajaran pengurus partai berlambang pohon beringin itu.

Awalnya, Idris menjelaskan, adalah hal yang wajar seorang kader partai maju sebagai calon Ketua Umum. Sebagaimana Golkar adalah partai terbuka yang menganut prinsip demokrasi.

Baca Juga: Soal Kartu Pra Kerja, Jokowi Bantah Gaji Pengangguran

"Namun tentu menjadi berbeda calon yang maju adalah Pengurus Partai,  seyogyanya jika menyatakan akan maju dalam Kontestasi, dan menantang ketua umum yang telah memberi Kepercayaan, maka seharusnya ketika mendaftarkan diri sebagai calon Ketum maka etika harus mengundurkan diri dari jabatannya," ungkapnya.

Baik itu sebagai Pengurus Partai maupun jika sebagai Anggota DPR/MPR maka mundur juga dari jabatannya sebagai Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan atau Alat Kelengkapan Majelis.

"Karena Alat kelengkapan tersebut adalah perpanjangan Partai di Parlemen. Saya kira Etika ini Harus ditumbuh kembangkan, agar semua kader memahami betul bahwa setiap tanggung jawab yang diberikan oleh Partai Khususnya oleh Ketua Umum yang memberi kepercayaan, maka wajib untuk disukseskan," jelasnya. (R24/Bisma)

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...