riau24

Amerika tak Berkutik, Iran Klaim Masih Leluasa Jual Minyaknya ke Luar Negeri

Selasa, 03 Desember 2019 | 11:20 WIB
Kapal tanker Iran/ilustrasi/net Kapal tanker Iran/ilustrasi/net

RIAU24.COM -  TEHERAN - Pemerintah  Iran mengklaim sanksi larangan penjualan minyak Iran yang ditetapkan Amerika Serikat (AS) telah gagal total. Faktanya, Iran mengaku measih leluasa menjual minyaknya ke luar negeri. 

"Meskipun ada tekanan dari Amerika dan sanksi yang dijatuhkan pada ekspor minyak kami, namun kami masih terus menjual minyak kami dengan menggunakan cara lain. Bahkan ketika negara-negara sahabat telah berhenti membeli minyak mentah kami karena takut terhadap sanksi Amerika," ujar Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri seperti dilansir republika, Senin (2/12).

Dia juga menegaskan, ambisi pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang ingin menghabisi sektor minyak Iran. "Mereka gagal membawa ekspor minyak kita ke nol seperti yang direncanakan," kata Jahangiri.

Pernyataan Iran ini dibantah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Ia mengemukakan, sanksi terhadap Iran telah efektif karena mengakibatkan turunnya kekayaan negara tersebut. Kemampuan Iran untuk menjalin kerja sama bisnis dengan negara-negara lain juga semakin lemah.

"Kabar baiknya adalah, terlepas dari apa yang dunia katakan kepada Presiden Trump, bahwa sanksi Amerika tidak akan berhasil, dunia salah. Sanksi itu sangat efektif," ujar Pompeo saat berbicara di sebuah acara di Kentucky pada Senin.

Akhir pekan lalu Prancis, Jerman, dan Inggris menyambut enam negara Eropa yang bergabung dalam Instrument in Support of Trade Exchanges (Instex). Instex adalah sebuah mekanisme perdagangan yang dibentuk khusus untuk bertransaksi dengan  Iran guna menghindari sanksi AS.

Menurut ketiga negara, penambahan enam anggota baru semakin memperkuat Instex. Hal itu turut menunjukkan upaya Eropa memfasilitasi perdagangan yang legal dengan Iran. "Ini mewakili ekspresi yang jelas dari komitmen berkelanjutan kami terhadap Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), kesepakatan nuklir Iran 2015," kata Prancis, Jerman, dan Inggris.

Instex yang berbasis di Paris berfungsi sebagai clearing house. Hal itu memungkinkan Iran untuk terus menjual minyaknya dan mengimpor produk atau layanan lain sebagai gantinya. Sistem Instex belum mengaktifkan transaksi apapun.****

PenulisR24/saut



Loading...
Loading...