riau24

Heboh 20 Ribu Ton Beras Bulog Terancam Busuk, #TangkapEnggar Muncul di Twitter

Selasa, 03 Desember 2019 | 12:19 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  Sosok mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, tiba-tiba menjadi sorotan netizen di lini masa Twitter. Pasalnya, yang bersangkutan dinilai ikut berperan dalam menyebabkan nyaris busuknya 20 ribu ton beras Bulog. Kabar ini pun sedang heboh di berbagai media massa. Buntutnya tagar  #TangkapEnggar pun muncul. 

Dilansir detik, Rabu 3 Desember 2019, tagar #TangkapEnggar mulai muncul pada Senin (2/12/2019) kemarin. Cuitan yang menggunakan tagar tersebut berisikan komentar warganet atas kebijakan impor yang diberikan Enggar. 

Baca Juga: SBY: Jangan Sampai Pertumbuhan Ekonomi Kita di Bawah 5 Persen

Untuk diketahui, munculnya tagar tersebut berkaitan dengan kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada tahun 2018 lalu. Ketika itu, Kemendag yang masih dipimpin Enggartiasto Lukita, menerbitkan izin impor beras. 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Indonesia melakukan impor beras sebanyak 2,25 juta ton sepanjang tahun 2018 dengan nilai US$ 1,03 miliar. Nah, kebijakan impor beras itu yang kemudian jadi bahan perbincangan netizen dan akhirnya dituding menjadi penyebab stok 20.000 ton beras Bulog saat ini terancam busuk.

Baca Juga: Kemendikbud Hapus Ujian Nasional dan Diganti Sistem Penilaiaan Berbobot Penalaran

Terkait isu itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi mengatakan, kebijakan impor beras tersebut tidak terkait dengan masalah yang terjadi saat ini. 

Menurutnya, impor tersebut justru memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP). "Dengan stok impor nggak masalah, justru menguatkan stok pemerintah," ujarnya. 

Apalagi melihat kondisi cuaca yang hingga saat ini belum juga menunjukkan curah hujan yang baik untuk musim tanam padi. 

"Dengan stok sebesar ini buat kita tenang, karena ada potensi tanam dan panen mundur. Kalau kemarin hujan di bulan Agustus mungkin Januari sudah panen. Sekarang belum hujan kan? Liat saja Pantura masih kering, jadi belum. Bayangkan kalau bulan Desember baru tanam, panennya mundur," ujarnya lagi.  ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...