riau24

Normalisasi Sungai Pakai Dana Desa Diduga di Mark Up, Ini Tanggapan Kades Air Putih

Rabu, 04 Desember 2019 | 12:01 WIB
Dugaan mark up di proyek normalisasi sungai (foto/Hari) Dugaan mark up di proyek normalisasi sungai (foto/Hari)

RIAU24.COM - BENGKALIS- Pekerjaan penggalian atau Normalisasi Sungai Ong Lie di Jalan Pramuka-Panglima Minal sepanjang 570 meter, bersumber dari Dana Desa (DDs) Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis dengan pagu anggaran Rp68 Juta tahun 2019 diduga di Mark up.

BACA JUGA : Anggota Komisi IV DPRD Bengkalis Ini Teteskan Air Mata Saat Penyerahan Ambulance



Setelah pekerjaan tersebut dibayarkan, warga setempat langsung curiga, karena alokasi dana yang dikucurkan tersebut dinilai terlalu besar, dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan tersebut.

"Coba lihat pekerjaan yang judulnya Penggalian Sungai Ong Lie itu, sebenarnya bukan penggalian, tapi pembersihan. Karena sungai tersebut sudah ada. Yang mengerjakan hanya 6 orang dengan waktu sekitar 7 hari atau sepekan, dengan ongkos pekerjaan Rp30 Juta," ujar salah satu pria warga Air Putih yang tak mau disebut namanya kepada sejumlah wartawan, Rabu 4 Desember 2019.



BACA JUGA : Geger Warga Cingam Rupat Bengkalis Temukan Mayat, Diduga Bunuh Diri



Dia melanjutkan, alokasi dana untuk pekerjaan tersebut Rp68 juta, sedangkan untuk pekerjaan itu tidak menyewa alat berat. Tidak membeli semen, pasir dan sebagainya. Sehingga dana sisa dari Rp30 juta untuk ongkos pekerja 6 orang tersebut dikemanakan sebesar Rp38 juta.

"Kalau orang yang bekerja berjumlah 6 orang dengan waktu 7 hari mendapatkan ongkos Rp30 juta itu, jadi satu hari orang pekerja yang membersihkan sungai dengan alat sendiri berupa parang dan cangkul itu mendapatkan uang Rp700 ribu lebih per harinya," ceritanya lagi.

"Seperti tidak masuk akal, satu orang pekerja membersihkan sungai dengan parang dan cangkul mendapatkan gaji perhari Rp700 ribu lebih. Dan keduanya dana sisa berjumlah Rp38 juta itu dikemanakan, karena sampai hari ini tidak jelas sisa dana tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Air Putih, Syafuddin saat dikonfirmasi hanya menyebutkan bahwa pekerjaan itu tidak ada masalah.

"Pekerjaan itu tidak ada masalah," singkat  Kades Air Putih Syafruddin seraya mengatakan bahwa dirinya sedang berada di Tanjung Pinang. (R24/Hari)

PenulisR24/hari



Loading...
Loading...