riau24

Untuk Embarkasi Haji, Komisi VIII DPR Tidak Setuju Bandara SSK II Dipindah, Ini Alasannya

Rabu, 04 Desember 2019 | 18:44 WIB
Anggota Komisi VIII fraksi Demokrat, Achmad MSi (foto/int) Anggota Komisi VIII fraksi Demokrat, Achmad MSi (foto/int)

RIAU24.COM - JAKARTA- Anggota Komisi VIII fraksi Demokrat, Achmad Msi  menyatakan, demi embarkasi jamaah haji asal Riau lebih baik pihak stake holder melebarkan bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) ketimbang memindahkan dari Kota Pekanbaru ke daerah lain di Riau. Usul pemindahan Bandara SSK II juga datang dari Gubernur Riau, Syamsuar.

BACA JUGA : Jokowi akan Keluarkan Aturan Baru Soal BUMN, Begini Dampaknya Nanti untuk Jajaran Komisaris Seperti Ahok



Hal ini diungkapkan legislator asal Dapil Riau I saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (4/12/2019). Karena menurut Achmad, biaya untuk membangun bandara baru membutuhkan besar dan proses lama. "Untuk menentukan arah anginnya saja itu dua tahun," jelas mantan Bupati Rokan Hulu dua periode itu.

Untuk itulah, kata Achmad, lebih baik pelebaran runway saja. "Dan kita akan segera membahasnya di Komisi VIII DPR. Jadi saya menyarankan ke pihak kementerian terkait, baik Kemenag maupun Kemenhub, untuk segera merealisasikan perpanjangan Runway Bandara," ujarnya.



BACA JUGA : Prihatin Rocky Gerung Terancam Jadi Korban Kriminalisasi, Fadli Zon: Pancasila Adalah Pemersatu, Bukan Pemecah Belah



"Biaya membangun Bandara baru itu butuh proses lama dan memakan biaya yang tidak sedikit. Sementara untuk biaya perpanjangan jalur Ruway lebih ringan sekitar Rp2 triliun dan cepat pengerjaannya," tegasnya.

Sebab ini adalah pekerjaan besar. Kata Achmad tidak hanya membangun runway saja. Melainkan ada proses pembebasan lahan bagi warga sekitar. "Intinya saat ini, semua pihak harus duduk bersama, berjuang bersama-sama. Semua persoalan harus segera diselesaikan baik aturan, pembebasan lahan dan lain-lain," pungkasnya.

Sebelumnya, Tahoma menyebutkan,  perpanjangan runway dibangun sejak 2016 lalu. Namun, banyak kendala sebelum dibangun.

"Sekarang sudah resmi kita operasikan, dari 2.240 menjadi 2.600 meter. Memang sebelumnya banyak kendala yang kami hadapi untuk membangun perpanjangan landasan ini, di antaranya pembebasan lahan dengan panjang kurang lebih 360x50 meter," katanya.

Dia menuturkan, perpanjangan runway ini dilakukan agar para penerbang pesawat lebih leluasa saat lepas landas (take off) dan juga landing. "Dengan penambahan fasilitas, bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan pilot saat lepas landas," terang dia. (R24/Bisma)

PenulisR24/riki



Loading...

Terpopuler

Loading...