riau24

Kemendikbud Hapus Ujian Nasional dan Diganti Sistem Penilaiaan Berbobot Penalaran

Rabu, 11 Desember 2019 | 20:55 WIB
Foto (internet) Foto (internet)

RIAU24.COM -  Kemendikbud memastikan akan menghapus ujian Nasional alias UN dan sebagai pengantinya diganti dengan sistem penilaiaan berbobot. 

Baca Juga: Polri Perpanjangan Penahanan Penyerang Penyidik Senior KPK Novel Baswedan

Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno yang mengatakan Ujian Nasional akan diganti dengan sistem penilaian yang mengedepankan penalaran.

"UN yang sekarang mungkin dominan ke arah konten, misalnya ujian sejarah itu ingat tahun, nama pahlawan dan sebagainya, kalau matematika bagaimana mengingat rumus dan penerapannya. Nanti akan diganti dengan sistem penilaian yang mengedepankan penalaran," ujar Totok dalam diskusi di Jakarta, melansir dari JPNN. Selasa 10 Desember 2019.

Bagaimana bentuk soal ujian pengganti UN? Dikatakan, untuk bentuk sistem penilaiannya sendiri bisa pilihan ganda atau esai.

"Kami belum tahu bentuknya seperti apa, belum sampai ke arah situ. Masih dalam tahap pembahasan," kata dia.

Totok menegaskan bahwa untuk 2020, UN tetap diselenggarakan. Penggantian sistem penilaian tersebut dilakukan setelah UN 2020.

Pada sistem penilaian yang baru tersebut, soal yang ada beragam. Ada yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, dan ada juga yang mudah.

"Kalau dalam teori penilaian, kesulitan selalu ada. Ada yang mudah dan ada yang sulit, " kata Totok yang juga Plt Dirjen Dikdasmen Kemendikbud tersebut.

Tujuannya untuk menangkap kemampuan siswa yang beragam. Hal tersebut tidak bisa tercapai jika soal yang diberikan semuanya mudah atau semuanya sulit.

Baca Juga: Ditanya Kabar Soal Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg, Menteri Sosial Malah Balik Tanya Begini

Sebelumnya, Kemendikbud telah menambah jumlah soal yang membutuhkan penalaran tinggi dalam soal UN dalam beberapa tahun terakhir.

Namun Totok mengaku hal itu tidak efektif, karena daya pikir tingkat tinggi harus dilakukan dengan mengubah budaya.

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...