riau24

SBY: Jangan Sampai Pertumbuhan Ekonomi Kita di Bawah 5 Persen

Rabu, 11 Desember 2019 | 23:06 WIB
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (foto/int) Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (foto/int)

RIAU24.COM - JAKARTA- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan, jangan sampai pertumbuhan ekonomi Indonesia persis yang diperkirakan Bank Dunia yakni, 4,9 persen.

Baca Juga: Tak Cukup Bukti, Laporan PSI Terhadap Anies Baswedan Soal Revitalisasi Monas Ditolak KPK



Karenanya, SBY bersama Partainya mendukung Pemerintah Jokowi-Ma'ruf untuk mencanangkan pertumbuhan ekonomi 5 persen.

Hal ini diungkapkannya pada saat pidato refleksi pergantian tahun yang bertajuk "Indonesia 2020: Peluang, Tantangan, dan Harapan" di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga: Polri Perpanjangan Penahanan Penyerang Penyidik Senior KPK Novel Baswedan

Menurut SBY, angka 5 persen bukanlah sesuatu yang buruk. "Terutama jika dikaitkan dengan situasi perekonomian global saat ini," ujarnya.

Dirinya pun menyebutkan, bila pertumbuhan ekonomi rendah maka
kesejahteraan rakyat yang sulit didapat. Seperti adanya lapangan pekerjaan baru. "Penghasilan dan daya beli rakyat sulit ditingkatkan. Angka kemiskinan juga tak mudah untuk diturunkan," kata SBY.

Mantan Presiden RI itu pun memberikan dua saran. Pertama, investasi dunia usaha harus ditingkatkan. Tidak hanya BUMN, swasta pun perlu mendapat peluang bisnis yang lebih besar.

"Karenanya, Demokrat mendukung penuh upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi kita," ujar SBY.

Lalu menjaga tingkat konsumsi dalam belanja pemerintah atau konsumsi rumah tangga."Jangka panjang, pemerintah perlu melakukan segala upaya untuk meningkatkan pertumbuhan kita," katanya.

Ia pun menyebutkan, ada peluang dalam peningkatan sumbangan sektor industri pada pertumbuhan.

"Utamanya melalui industri manufaktur yang berbasiskan pertanian dan sumber daya mineral. Juga sektor perdagangan, konstruksi dan kepariwisataan," ujar dia.

SBY pun mendukung tekad Jokowi agar Indonesia keluar dari jebakan penghasilan menengah atau middle income trap pada 2045. Hal itu bisa dicapai setidaknya jika pertumbuhan ekonomi bisa ditingkatkan.

Dia pun memperlihatkan hasil yang dicapai pemerintahannya selama 2004-2014. "Pengalaman menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 6 persen setahun akan membuat pendapatan per kapita naik dua kali lipat dalam 10 tahun. Insya Allah Indonesia bisa," ujar SBY.

"Kita punya success story. Dalam waktu 10 tahun (2004 - 2014) income per kapita kita naik tuga kali lipat lebih, dari 1.100 dolar AS menjadi 3.500 dolar AS," tutur SBY. (R24/Bisma)

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...