riau24

Faizal Assegaf Kritik Mendikbud Nadiem Makarim, Netizen Langsung Balas Begini

Kamis, 12 Desember 2019 | 10:56 WIB
Faizal Assegaf tanggapi kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim (foto/int) Faizal Assegaf tanggapi kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim (foto/int)

RIAU24.COM - Kamis 12 Desember 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berencana akan menghapus ujian nasional (UN). Faizal Assegaf langsung ikut mengomentari kebijakan pendiri perusahaan Gojek tersebut.

Baca Juga: Polri Perpanjangan Penahanan Penyerang Penyidik Senior KPK Novel Baswedan



Hal itu disampaikan Faizal Assegaf lewat akun twitternya. "Sudah jadi kebiasaan, gagasan & fokus menteri baru adalah merombak kebijakan menteri sebelumnya. Hasilnya setiap 5 tahun selalu gonta-ganti program pendidikan tanpa kajian komprehensif & visioner," cuit @faizalassegaf sambil menautkan link berita "Mulai 2021, Nadiem Makarim Ganti UN dengan Penilaian Ini."

"Program UN pd periode pertama @jokowi sudah berjalan sangat bagus & makin meningkat kualitasnya. Kok, kerja keras dan visi JKW dlm upaya tsb kini justru diobrak-abrik oleh menteri yg baru? Klu hal tsb dituding kacau balau, artinya JKW gagal tingkatkan kualitas pendidikan? Ada2 aje!" cuit @faizalassegaf.

Baca Juga: Ditanya Kabar Soal Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg, Menteri Sosial Malah Balik Tanya Begini

Langsung saja netizen atau warganet memberikan komentar. @quin_ingrid: "Saya orang tua sangat setuju di ubah. Kurikulum 13 kacau balau sangat memberatkan. Ke sekolah pikul tas dengan buku banyak skali. Sudah saatnya perubahan."

@buahkalindungan: "Menurut saya hanya perbaikan. Targetnya tetap pemetaan."

@SBSembiring: "Dikirain kemarin disebut UN akan dihapus, ternyata hanya ganti kemasan. Kalau begini, reformasi pendidikan secara fundamental dan komprehensif jauh dari harapan. Tampaknya Menteri Nadiem Makarim tdk jauh beda dgn menteri2 sebelumnya."

@EkaSatr51098868: "Memang proses dari perubahan adalah merombak yg lama dan kalo ada yg bagus di sempurnakan, kalo gak di rombak ya ga berubah, yg penting konsep dan cara pelaksanaan perlu utk siap anak didik masa depan, bukan pemikiran yg masih berkutat itu saja." (Riki)

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...