riau24

Tak Bosan-Bosan, Satpol-PP Pekanbaru Tertibkan PKL Di Daerah Ini

Kamis, 09 Januari 2020 | 20:37 WIB
Giat rutin yang dilakukan Satpol-PP Kota Pekanbaru pada Kamis (9/1/2020). (R24/rls) Giat rutin yang dilakukan Satpol-PP Kota Pekanbaru pada Kamis (9/1/2020). (R24/rls)

RIAU24.COM - PEKANBARU - Giat rutin yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, pada Kamis (9/1/2020) kembali menyasar pedagang kaki lima (PKL), bendera partai dan banner kadaluwarsa di enam titik jalan dalam kota.

Keenam titik jalan yang menjadi sasaran penertiban kali ini di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, Soekarno-Hatta, Imam munandar/Harapan Raya, Bukit Barisan, Jalan Pesantren dan Jalan Lintas Timur.

Baca Juga: Sepanjang 2019, 231 Orang Terjaring OTT Buang Sampah Sembarangan Oleh DLHK Pekanbaru

Kepala Badan Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono menyebut, penertiban terhadap PKL di badan jalan dan banner kadaluwarsa merupakan egenda rutin pihaknya dalam upaya menjaga keamanan, keindahan dan ketertiban di Kota Bertuah.

"Setiap hari kita terus melakukan pengawasan dan penertiban di lapangan," ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Diakui Agus, sejauh ini kesadaran pedagang untuk tidak berjualan di trotoar dan badan jalan masih kurang. Begitu juga dengan pelaku usaha yang memasang banner, tidak melakukan pencopotan sendiri meski telah kadaluwarsa.

Baca Juga: Masuk Masa Pensiun, Disdik Pekanbaru Lantik 9 Kepsek Baru, Ini Nama-Namanya

"Kalau tidak kita yang menertibkan (banner kadaluwarsa), mereka lepas tangan begitu saja. Begitu juga PKL, meski setiap hari dilakukan penertiban, mereka tetap kembali berjualan di trotoar dan badan jalan," ulasnya.

Untuk itu, Agus terus mengimbau agar PKL dan pelaku usaha bisa mematuhi aturan yang berlaku dengan tidak berjualan di atas trotoar dan badan jalan, serta menertibkan sendiri banner yang telah habis masa tayang.

"Kita tidak melarang warga berusaha. Silahkan berusaha, tapi sesuai aturan berlaku. Kalau ingin berjualan, berjualan di tempat-tempat yang telah disediakan seperti di pasar baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta," tutupnya. (R24/put)

PenulisR24/put



Loading...
Loading...