riau24

Walikota Dumai Mangkir Dari Panggilan KPK

Jumat, 10 Januari 2020 | 21:04 WIB
Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (foto/int) Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (foto/int)

RIAU24.COM - JAKARTA- Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (ZAS) tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalankan pemeriksaan sebagai  tersangka kasus suap terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai, Provinsi Riau dalam APBN-P Tahun 2017 dan APBN 2018.

Baca Juga: Setelah Ditolak di Bukittinggi dan Tanah Datar, Turis Asal China Asyik Main Air di Pantai Mandeh



Menurut Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding, belum ada informasi apa yang menjadi penyebab Zulkifli tidak memenuhi panggilan tersebut.

"Untuk ZAS tidak memenuhi panggilan penyidik dan belum ada informasi," ujar Ipi saat ditemui wartawan di kantor KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga: Ulangi Kasus Keraton Agung Sejagat, Perdana Menteri dan Ratu Sunda Empire Juga Ditetapkan Jadi Tersangka

Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka pada 3 Mei 2019 dengan dua perkara pertama, tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dan penerimaan gratifikasi. Namun, KPK belum menahan yang bersangkutan.

Tetapi KPK telah mencegah yang bersangkutan bepergian ke luar negeri.

Pada perkara pertama, tersangka Zulkifli diduga memberi uang total sebesar Rp550 juta kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan terkait dengan pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai.

Sedangkan pada perkara kedua, tersangka Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja. (R24/Bisma)

PenulisR24/bis



Loading...
Loading...