riau24

Ditegur Hasto Kristianto Karena Tak Dukung Gibran, Begini Jawaban Ketua DPC PDIP Solo

Sabtu, 11 Januari 2020 | 08:19 WIB
FX Hadi Rudyatmo FX Hadi Rudyatmo

RIAU24.COM -  Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristianto menegur kader PDIP di Medan dan Solo karena tidak mendukung Gibran dan Bobby. Menurutnya, pihak yang berhak mengeluarkan pernyataan strategis terkait pencalonan di Pilkada 2020 adalah ranah DPP PDIP, bukan pengurus daerah maupun cabang.

Menanggapi teguran Sekjen PDIP yang sedang terpapar kasus suap itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menolak jika pihaknya disebut tidak mendukung Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di Pemilihan Walikota Solo 2020.

Baca Juga: Tegas, Begini Sikap Bersama FPI, GNPF Ulama dan PA 212, Menyoroti Kasus Dugaan Suap PAW PDIP

"Kami kan tidak ada istilah tidak mendukung. Tidak ada kata-kata itu. Tapi DPC sudah melaksanakan tugas sesuai Peraturan Partai No 24 tahun 2017. Itu saja," kata Rudy saat ditemui di Rumah Dinasnya, Loji Gandrung, Jumat (10/1) seperti dilansir CNN Indonesia.

Menurut Rudy, dalam peraturan tersebut, DCP PDIP Solo dapat melaksanakan penjaringan bakal calon kepala daerah secara tertutup di internal partai karena berhasil memperoleh lebih dari 25 persen suara di Pemilu 2019. Dari proses penjaringan yang dilaksanakan sejak pertengahan 2019, muncul pasangan Achmad Purnomo - Teguh Prakosa.

Rencana pencalonan Gibran muncul setelah DPC PDIP Solo mendaftarkan pasangan Purnomo-Teguh ke DPP. Meski jalur pencalonan dari DPC tertutup, Gibran tetap melenggang setelah DPP membuka pintu pendaftaran melalui DPD Jawa Tengah. Ia langsung gencar blusukan untuk mendongkrak popularitasnya.

Baca Juga: Ngabalin Akui 'Incar' Kebijakan Susi Soal Larangan Ekspor Benih Lobster, Ternyata Pengamat Sudah Duluan Ungkap Hal Ini

"Dan DPC tidak pernah melarang Gibran sosialisasi kemana-mana kok. Dia mau blusukan di mana saja silakan," katanya.

Rudy juga membantah jika ketidakhadirannya di Rakernas PDIP di Ji-Expo, Kemayoran, Jakarta sebagai bentuk perlawanan kepada DPP. Ia menegaskan absennya dari agenda rutin partai itu disebabkan karena saat ini Kota Solo dalam keadaan siaga bencana.

Sebagai Walikota Solo, ia harus siap terjun ke lapangan jika sewaktu-waktu terjadi bencana. "Ya orang mengatakan seperti itu silakan saja. Tapi kalau di Solo ada apa-apa dan walikota dan wakilnya ikut Rakernas semua, yang disalahkan siapa? Di sana (Rakernas) kan sudah ada Pak Purnomo," katanya.***

PenulisR24/saut



Loading...

Terpopuler

Loading...