riau24

Belasan Orang Tewas Mengenaskan Dalam Serangan Bom Saat Sholat Jum'at di Pakistan

Sabtu, 11 Januari 2020 | 08:55 WIB
Belasan Orang Tewas Mengenaskan Dalam Serangan Bom Saat Sholat Jum'at di Pakistan Belasan Orang Tewas Mengenaskan Dalam Serangan Bom Saat Sholat Jum'at di Pakistan

RIAU24.COM -  Setidaknya 14 orang telah tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka dalam serangan bom di sebuah masjid saat sholat matahari terbenam di kota Quetta, Pakistan barat daya. "Sekitar 20 orang terluka, dan 14 lainnya tewas. Sementara delapan orang terluka parah," kata Waseem Baig, juru bicara rumah sakit pemerintah kota itu, tempat korban tewas pada Jumat.

Seorang pejabat senior polisi, Amanullah, tampaknya menjadi sasaran pemboman, dan terbunuh dalam serangan itu, kata pejabat polisi Ali Muhammad. Gambar-gambar dari tempat kejadian menunjukkan puing-puing dan puing-puing berserakan di halaman masjid.

Baca Juga: Sejarah Baru Yunani, Katerina Jadi Presiden Wanita Pertama di Negeri Para Dewa Itu

"Kami pergi untuk sholat, ketika kami menundukkan kepala ... ada ledakan tiba-tiba. Aku berada di dekat pintu, jadi aku berlari dari sana ke rumahku, yang ada di dekatnya, " kata Azmatullah, yang selamat dari serangan itu, seperti dilansir Riau24.com dari Al Jazeera.

Serangan itu adalah insiden kedua yang menargetkan pasukan keamanan di Quetta minggu ini.

Pada hari Selasa, setidaknya dua orang tewas dan lebih dari 14 lainnya luka-luka setelah alat peledak improvisasi yang dipasang pada sepeda motor meledak di area pasar. Serangan itu diklaim oleh kelompok separatis Baloch, yang telah memimpin pemberontakan bersenjata untuk kemerdekaan bagi wilayah etnis Baloch di provinsi Balochistan.

Baca Juga: Pasukan Israel Membunuh Tiga Warga Palestina di Dekat Pagar Perbatasan di Gaza

Provinsi ini adalah yang terbesar di Pakistan dan kaya akan sumber daya mineral, tetapi daerahnya yang berbukit-bukit dan iklimnya yang gersang juga menjadikannya wilayah yang paling padat penduduknya di negara itu. Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan pada hari Jumat.

"Jalan-jalannya tidak aman, tapi sekarang kami bahkan tidak aman di masjid-masjid kami," kata Azmatullah, yang terluka dalam pemboman Jumat.

 

 

 

 

R24/DEV

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...