riau24

Dinsos Bengkalis Kirimkan Lima Orang Difabel Hingga ke Pulau Jawa Ikuti Pelatihan

Minggu, 12 Januari 2020 | 15:44 WIB
Difabel dapat pelatihan dan keterampilan (foto/ilustrasi) Difabel dapat pelatihan dan keterampilan (foto/ilustrasi)

RIAU24.COM - BENGKALIS- Pengiriman warga penyandang difabel awal tahun 2020 ini yang berkeinginan kuat untuk mandiri serta merupakan penerima manfaat, dilakukan mulai Rabu (8/1/20) lalu. Dua orang difabel diberangkatkan ke Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) oleh Dinsos Bengkalis.

Baca Juga: Jaksa Kembali Periksa 48 Orang Saksi Untuk Lengkapi Berkas Tiga Tersangka Korupsi UED-SP



Kelima orang penyandang difabel di Kabupaten Bengkalis untuk mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan serta keterampilan hingga ke Pulau Jawa.

Kemudian, satu orang penyandang untuk mengikuti pelatihan di Balai Besar Rehabilitas Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) Cibinong, Jawa Barat (Jabar), pada Kamis (9/1/20) lalu.

Baca Juga: Speed Boat Pembawa TKI Menuju Malaysia Tenggelam, Satu Jenazah Korban Ditemukan

Disamping itu, penerima manfaat juga akan diberangkatkan satu orang ke Solo, Jawa Tengah (Jateng), Selasa 13 Januari 2020 mendatang.

Dra. Hj. Martini, M.H melalui Kepala Seksi Penyandang Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Disabilitas Bidang Rehabilitasi Sosial, Bambang Siswanto menyampaikan, tujuan dari pengiriman bagi penyandang difabel tersebut agar memperoleh ilmu yang nantinya akan dimanfaatkan untuk menolong dirinya sendiri serta untuk keluarga mereka.

"Setelah memperoleh keterampilan melalui pelatihan, akan berdayaguna serta meningkatkan motivasi keyakinan bahwa cacat bukan halangan untuk hidup mandiri," ungkap Bambang Siswanto, Sabtu kemarin.

Pelatihan dan ketrampilan tersebut, manfaat antara selama enam bulan dan setahun, antara lain mengikuti latihan elektronik, menjahit, desain grafis, komputer dan otomotif, seperti yang telah diikuti peserta sebelumnya.

"Para penyandang difabel mendapat ilmu yang nantinya akan dimanfaatkan untuk menolong dirinya sendiri, juga untuk keluarga dan masyarakat. Sehingga berdaya guna serta meningkatkan motivasi keyakinan bahwa cacat bukan halangan untuk hidup," pungkasnya. (R24/Hari)

PenulisR24/hari



Loading...
Loading...