riau24

Ternyata, AS Juga Pernah Tembak Pesawat Komersial Secara tak Sengaja, Korban Jiwanya Capai Ratusan Orang

Minggu, 12 Januari 2020 | 16:25 WIB
Puing-puing pesawat Ukraina yang jatuh setelah diserempet rudal milik militer Iran. Foto: int Puing-puing pesawat Ukraina yang jatuh setelah diserempet rudal milik militer Iran. Foto: int

RIAU24.COM -  Militer Iran mengakui tak sengaja menembak pesawat Komersial asal Ukraina, sehingga mengakibatkan 176 penumpang dan awak, tewas dalam insiden itu. Siapa sangka, aksi serupa ternyata juga pernah dilakukan Amerika Serikat (AS). Sama dengan Iran, militer AS secara tak sengaja juga pernah menembak pesawat komersial.

Dilansir detik yang merangkum associated press, Minggu 12 Januari 2020, pesawat yang ditembak militer AS itu adalah pesawat Iran Air nomor penerbangan 655. Insiden ini terjadi pada 3 Juli 1988 silam. Pesawat komersial itu jatuh dan hangus terbakar setelah ditembak Angkatan Laut AS (US Navy). Sedikitnya, ada 290 orang yang tewas dalam tragedi itu.

Baca Juga: Begini Cerita WNI yang Terjebak di Wuhan: Tak Menakutkan Seperti yang Dibayangkan

Dilansir detik, Presiden Iran Hassan Rouhani sempat menyinggung tragedi Iran Air saat Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan militer AS telah memilih 52 target di Iran untuk diserang jika diperlukan. 

Satu target diketahui mewakili satu sandera AS saat pendudukan Kedutaan Besar AS di Teheran tahun 1979 silam.

"Mereka yang merujuk pada angka 52 seharusnya juga ingat angka 290. #IR655," tulis Rouhani via Twitter saat itu. "Jangan pernah mengancam negara Iran," imbuhnya.

Baca Juga: Menakjubkan, Wanita Australia Berusia 70 Tahun Ini Terlihat Seperti Remaja, Ini Rahasia Kecantikannya...

Terkait insiden maut pesawat Ukraina itu, Iran telah menyatakan pengakuannya. Angkatan Bersenjata Iran menjelaskan penembakan itu dikarenakan kesalahan manusia atau human error lantaran pesawat penumpang tersebut terbang di dekat pusat militer sensitif Garda Revolusi.

Pesawat itu pun ditembak jatuh karena dikira sebagai target musuh. Disebutkan bahwa saat itu, militer Iran dalam "kesiapan level tertinggi" di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS.

Atas tragedi itu, militer Iran pun memastikan bahwa para personelnya yang bertanggung jawab atas tragedi itu akan diadili. Para pelaku, kata militer Iran, akan segera dibawa ke pengadilan militer.

Seperti diketahui pesawat penumpang milik maskapai Ukraine International Airlines ditembak jatuh pada Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat, beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik ke dua pangkalan militer yang menjadi markas pasukan Amerika Serikat di Irak. Serangan rudal itu sebagai pembalasan atas tewasnya jenderal Iran, Qassem Soleimani dalam serangan udara AS di Baghdad, Irak pada 3 Januari 2020 lalu. ***

PenulisR24/wan



Loading...

Terpopuler

Loading...