riau24

Aktivis AS Sebut Trump Bertanggung Jawab Jatuhnya Pesawat Ukraina

Minggu, 12 Januari 2020 | 17:58 WIB
Puing pesawat Ukraina karena salah tembak oleh Rudal Iran Iran (net) Puing pesawat Ukraina karena salah tembak oleh Rudal Iran Iran (net)

RIAU24.COM -  Seorang aktivis politik Amerika Serikat (AS) mengatakan Donald Trump ikut bertanggung jawab atas jatuhnya satu pesawat Ukraina diluar Teheran. Pesawat itu terkena rudal Iran, saat Taheran melancarkan serangan terhadap basis militer AS di Irak. 

Baca Juga: Corona Telah Menewaskan 132 Orang, Presiden China: Epidemi Ini Adalah Iblis!

Madea Benjamin, salah satu pendiri Code Pink, sebuah kelompok anti-perang di AS, mengatakan di akun Twitternya kecelakan itu adalah kerusakan tambahan yang tragis. 

"Militer Iran mengatakan pihaknya berada dalam tingkat siaga tertinggi di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS dan dalam kebingungan, mereka secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat sipil," kicau Medea.

"Trump harus turut disalahkan, bukan begitu? Kerusakan tambahan yang tragis akibat keputusannya untuk membunuh Qassem Soleimani," sambungnya, seperti dilansir PressTV pada Minggu 12 Januari 2020.

Iran, setelah sebelumnya sempat membantah, akhirnya mengakui pesawat penumpang itu ditembak jatuh oleh rudal secara tidak sengaja setelah serangan rudal Iran pada target AS di Irak.

Militer Teheran mengaku salah mengidentifikasi pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines sebagai pesawat musuh, ketika situasi sedang tegang dengan AS. Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran, pesawat Ukraina mendekati fasilitas militer dan operator sistem rudal salah mengidenfitikasi pesawat sipil itu sebagai pesawat musuh hingga akhirnya ditembak jatuh.

Baca Juga: Pertama Kali Terjadi 50 Tentara AS Menderita Cedera Otak Akibat Serangan Iran

Seluruh 176 orang di kabin, termasuk 83 warga Iran dan 63 warga Kanada tewas dalam insiden ini. Korban tewas lainnya adalah 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman, dan 11 warga Ukraina termasuk sembilan awak.

 

Sumber: Sindonews

PenulisR24/riko



Loading...
Loading...