riau24

Dinilai Lakukan Nepotisme, Pengamat Minta Mendagri Panggil Gubri Syamsuar dan Sekda Riau Yan Prana

Senin, 13 Januari 2020 | 12:07 WIB
Gubernur Riau Syamsuar saat melantik Yan Prana sebagai Sekdaprov Riau beberapa waktu lalu Gubernur Riau Syamsuar saat melantik Yan Prana sebagai Sekdaprov Riau beberapa waktu lalu

RIAU24.COM - Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menilai jika pengangkatan keluarga Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya sebagai pejabat dilingkungan Pemprov Riau dinilai tidak etis.

"Cuma tidak etis aja satu keluarga mengelola daerah. Itu kan kemungkinan korupsinya besar dan kemungkinan mengkamuflasenya juga besar. Pokoknya menyembunyikan tindakan-tindakan korupsi yang sudah diketahui publik. Kalau dia melakukan korupsi ya, artinya kan satu keluarga kan bisa saling melindungi," kata Agus mengutip Detik.com, Senin, 13 Januari 2020.

Dikatakan Agus, kasus jabatan yang diisi kerabat seperti yang terjadi di Riau ini masuk dalam kategori nepotisme.

"Ya nepotisme, tapi kan juga nggak masalah. Pak Presiden anaknya mau jadi wali kota kan juga nggak masalah. Cuma tidak etis," kata Agus.
Baca Juga: Deklarasi di Sumur Minyak Tertua di Minas, Ini Tekad yang Akan Diwujudkan APJP Migas Indonesia

Sebagaimana diketahui, menantu Syamsuar yakni Tika Rahmi Syahfitri saat ini menjabat sebagai Kasubag Retribusi Bapenda Riau. Jabatan itu, kata Agus, rawan disalahgunakan untuk menutupi kesalahan jika nantinya dia melakukan korupsi.

"Jadi nanti mudah itu menyembunyikan kalau terjadi penyalahgunaan jabatan kan mudah, karena mertuanya kan Gubernur, misalnya gitu. Karena bisa saling melindungi, karena ada hubungan darah, kan gitu. Kalau itu dipilih menjad Kepala Bagian Retribusi kan mudah itu," terang Agus.

"Retribusi kan bukan pajak, jadi menggelapkannya lebih mudah kan. Terus gimana caranya? Apakah Gubernur menegur menantunya? Nanti dia mengancam 'kalau Bapak menghukum saya, atau memecat saya, saya ceraikan anak Bapak, mau?'," lanjutnya lagi.

Sekali lagi dia juga menyatakan jika tidak etis jika satu keluarga mengelola daerah. Dia meminta kepada Mendagri Tito Karnavian memanggil Gubernur Syamsuar untuk diklarifikasi terkait proses pengangkatan keluarganya dan Sekda Riau menjadi pejabat.
Baca Juga: Donor Darah PWI dan Mitra Kumpulkan 96 Kantong Darah

"(Mendagri) mempertanyakan saja dan mengawasi dengan ketat, karena kan tidak ada larangan. Jadi Mendagri hanya memanggil, mengingatkan, dan mengawasi. Karena itu kalau terjadi KKN semakin sulit, kalau itu misalnya terjadi korupsi akan semakin sulit pembuktiannya," terangnya.

Sebagaimana yang diketahui, pelantikan keluarga Gubernur Riau Syamsuar dan Sekda Riau Yan Prana Jaya menjadi pejabat di lingkungan Pemprov Riau menjadi perhatian publik.

Pelantikan keluarga Syamsuar dilakukan pada Selasa 7 Januari 2020 lalu. Dalam pelantikan eselon III dan IV itu diketahui adanya menantu Gubernur Riau, Tika Rahmi Syahfitri, yang menjabat sebagai Kasubag Retribusi Bapenda Riau.Sedangkan keluarga Sekda Riau Yan Prana yang diangkat menjadi pejabat adalah kakak kandungnya Prasurya Darma sebagai Sekretaris Dinas Sosial Riau. Bahkan, adik kandung Yan Prana, Dedi Herman menjabat jabatan Kabid Operasi Satpol PP Riau.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...