riau24

Dikabarkan Rugi Hingga Rp10 Triliun, Mahfud Sebut Kasus Asabri Punya Modus yang Sama dengan Jiwasraya

Senin, 13 Januari 2020 | 14:53 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD Menko Polhukam Mahfud MD

RIAU24.COM -  Satu per satu kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus terkuak ke hadapan publik. Setelah heboh kasus Jiwasraya, BUMN lain yang juga bergerak di bidang asuransi, yakni PT. Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI (Asabri) Persero,  juga mulai terkuak. 

Hal itu setelah perusahaan plat merah itu disebut-sebut mengalami kerugian hingga mencapai Rp10 triliun. Tak hanya itu, isu dugaan korupsi pun merebak. 

Menko Polhukam, Mahfud MD menilai, ada modus operasi yang sama antara apa yang terjadi di tubuh Asabri dan Jiwasraya.  Ia juga tak menampik, jika kasus Asabri itu memiliki kemiripan dengan kasus dugaan korupsi di PT Jiwasraya (Persero) yang saat ini tengah ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Baca Juga: Menteri Keuangan Sri Mulyani Sowan ke PBNU, Netizen Sindir Said Aqil: Jangan Ngoceh Lagi Ya

"Iya, modus operandinya sama. Akan mungkin ada beberapa orangnya yang sama tapi nantilah yang penting itu akan dibongkar. Karena itu melukai hati kita semua," ujarnya, Senin 13 Januari 2020, dilansir sindonews. 

DIkatakan, pada minggu ini dirinya akan memanggil Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN, Erick Thohir untuk mengetahui kondisi keuangan Asabri. 

Saat ini, kedua menteri yang dimaksud sedang ada tugas di luar negeri sehingga tidak bisa datang hari ini ke kantornya. 

"Jadi kita akan panggil dan kemudian akan jalan. Karena Presiden sendiri itu sudah mengatakan semua kasus korupsi itu harus dibongkar. Bukan hanya dibongkar, dibawa ke pengadilan lah," ujarnya lagi. 

Baca Juga: Edy Rahmayadi Salami Ulama Tasawuf Karismatik Dari Aceh, Netizen: Memuliakan Tamu

Mahfud mengatakan, pihaknya akan melihat kasus itu secara proporsional jika sudah diketahui kontruksi kasusnya. Untuk itu, lembaga penegak hukum mana yang akan menangani kasus tersebut akan ditentukan lebih lanjut sesuai Undang-undang.

"Mungkin itu nanti pengadilannya koneksitas ya, karena ada TNI aktif dan sipilnya juga, ada perusahaan swastanya juga. Nanti lah itu ada jalurnya," ujarnya lagi. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...