riau24

Rusia Diam-diam Bantu Iran Serang Amerika di Irak

Selasa, 14 Januari 2020 | 20:38 WIB
Ilustrasi/int Ilustrasi/int

RIAU24.COM -  Konflik Iran-Amerika Serikat tak lepas dari bantuan negara lain. Jika Amerika dibantu Israel, maka Iran dibantu Rusia. Salah satu bantuan Rusia kepada Iran adalah saat negeri para Mullah itu membombardir pangkalan udara Amerika Serikat di Irbil dan Ain Al - Assad 8 Januari 2020 lalu. 

Baca Juga: Hilang 6 Tahun Setelah Suaminya Dieksekusi, Tante Penguasa Korea Utara Ini Tiba-tiba Nongol Lagi

Menurut laporan media penerbangan Rusia Avia.Pro yang mengutip stasiun televisi Pravda TV menyebutkan rudal Iran yang menyasar pangkalan militer AS di Irbil dan Ain Al-Assad di Provinsi Al-Anbar dipandu pergerakannya dengan satelit Rusia.

"Itulah sebabnya diyakini 17 dari 19 rudal balistik Iran sukses mengenai target yang berjarak beberapa ratus kilometer dari perbatasan Iran," kata Avia.Pro, seperti dilansir laman Al Masdar, Senin 13 Januari 2020.

"Dengan satelit GPS Amerika bisa membuat terobosan untuk sistem panduan rudal segala tipe. Tapi rasanya tidak mungkin AS akan mengizinkan Iran memakai satelitnya untuk meluncurkan rual ke pangkalan militer mereka di Irak. Tapi GPS bukan satu-satunya satelit. Rusia punya GLONASS yang kemampuannya setara. China punya Beidou yang belum terlalu akurat. Jadi Anda bisa menebak bagaimana Iran bisa meraih akurasi semacam itu," kata stasiun televisi Pravda.

Seperti diketahui militer Angkatan Laut Iran, China dan Rusia latihan bersama di Samudera Hindia dan Teluk Oman pada Desember 2019. Latihan militer AL ini menjadi upaya pencegahan dari tekanan Amerika Serikat.

"Pesan dari latihan ini adalah perdamaian, persahabatan dan keamanan abadi melalui kerja sama dan persatuan ... dan hasilnya akan menunjukkan bahwa Iran tidak dapat diisolasi," kata laksamana armada Iran, Gholamreza Tahani di televisi pemerintah, seperti dikutip dari Reuters.

Seperti diketahui, perairan di sekitar Iran telah menjadi fokus ketegangan internasional. Amerika Serikat memberikan tekanan pada Iran, seperti penekanan penjualan minyak mentah Iran dan memutus tali perdagangan Iran.

Pada 2019 lalu, Presiden AS Donald Trump pernah menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi Iran lainnya dengan sanksi baru. Langkah ini dilakukan setelah Teheran menembak jatuh drone milik AS tersebut. Rusia menyebut AS sudah melanggar wilayah udara Iran, setelah drone memasuki wilayah Iran.

"Iran bisa bertahan dalam perang jenis ini dan Iran tidak sendirian," kata utusan khusus Kementerian Luar Negeri untuk negara-negara Asia termasuk Iran, Zamir Kabulov.

Baca Juga: Puluhan Orang Tewas Terbunuh Akibat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Brasil

Ketika ditanya apakah Rusia siap untuk memberikan dukungan material kepada Iran jika AS menyerang, Kabulov mengatakan bahwa "tindakan spesifik adalah pertanyaan bagi presiden Rusia."

"Tak hanya Rusia, banyak negara lain yang bersimpati dan berempati dengan Iran," kata Zamir dalam harian bisnis Kommersant.

"Teheran tidak akan sendirian jika AS mengambil tindakan liar dan tidak bertanggung jawab terhadapnya," tambahnya. 

 

Sumber: Merdeka

PenulisR24/riko



Loading...

Terpopuler

Loading...