riau24

Setelah Viral di Medsos, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Akhirnya Diamankan

Selasa, 14 Januari 2020 | 23:19 WIB
Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) yang mengaku sebagai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat diamankan Polda Jawa Tengah karena dinilai menimbulkan keresahan. Foto: int Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) yang mengaku sebagai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat diamankan Polda Jawa Tengah karena dinilai menimbulkan keresahan. Foto: int

RIAU24.COM -  Keberadaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, sempat viral sejak beberapa hari belakangan ini di media sosial. Hal itu menyusul klaim kerajaan ini, yang mengaku areal kekuasannya melingkupi seluruh jagad bumi. Pusat kerajaan itu berada di di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo.

Namun, perjalanan kerajaan baru ini tampaknya akan segera berakhir. Hal itu setelah jajaran Polda Jawa Tengah mengamankan pasangan 'Raja dan Ratu' kerajaa ini, yakni Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41).

Baca Juga: Agung Laksono Dijadwalkan Buka Musda III PDK Kosgoro 1957 Riau di Hotel Adrya Duta

"Kita amankan keduanya (Toto dan Fanni), malam ini pukul 18.00 WIB," terang Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna, dilansir detik, Selasa 14 Januari 2020.

Lebih lanjut, ia menuturkan, pihak Polda Jawa Tengah turun tangan karena keberadaan keraton itu memicu keresahan di kalangan masyarakat. "Keduanya diduga dengan sengaja melakukan perbuatan yang membuat keonaran di kalangan masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: Sah! Muhammadiyah Fatwakan Vape Haram, Berikut Penjelasannya

Diberitakan sebelumnya, begitu mengetahui berdirinya kerajaan itu, Pemkab Purworejo langsung bersikap dengan menggelar rakor pembahasan Keraton Agung Sejagat, siang tadi. Hasilnya, Pemkab akan menutup Keraton Agung Sejagat.

Asisten 3 Bidang Administrasi dan Kesra Setda Purworejo, Pram Prasetyo Achmad, menegaskan keberadaan keraton itu menimbulkan keresahan dan kerawanan. Selain itu, bangunan keraton juga disebut tidak memiliki izin.

"Namun yang jelas karena ini sudah menimbulkan dampak baik keresahan dan kerawanan maka sekali lagi bupati memerintahkan kegiatan yang ada di Desa Pogung Jurutengah terkait dengan Keraton Agung Sejagat untuk dihentikan," terangnya. ***
 

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...