riau24

Gara-gara Presiden Turki Erdogan, Mantan Striker Inter Milan Ini Jadi Supir Taksi Online di Amerika

Rabu, 15 Januari 2020 | 09:10 WIB
Hakan Sukur Hakan Sukur

RIAU24.COM -  WASHINGTON - Bagi para penggemar sepak bola, nama Hakan Sukur tentu tak asing lagi. Mantan pemain Timnas Turki dan striker Inter Milan ini memang sempat bersinar di lapangan rumput. Namun, kini hidup Hakan Sukur tidak lagi segemerlap dahulu. Ia menggantungkan hidupnya sebagai pengemudi taksi online Uber dalam pengasingannya di Amerika Serikat.

Mantan pesepak bola kelahiran Adapazar, Turki, 1 September 1971 itu termasuk bintang di Serie A dan tampil reguler dari tahun 2000 hingga 2002. Hakan Sukur mencetak sembilan gol dalam 44 penampilan Serie A, sementara di timnas Turki, dia membawa negaranya finis di posisi ketiga Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang.

Baca Juga: Presiden La Liga Desak UEFA Jatuhkan Hukuman Berat Bagi Manchester City

Kehidupan pesepakbola yang dijuluki Bull of the Bosphorus itu berubah secara dramatis setelah pensiun dari sepak bola, ketika dia memasuki dunia politik dan terpilih menjadi anggota Parlemen Turki.

Namun karir politiknya tak bertahan lama. Pada tahun 2011, mantan penggawa Torino, Parma, dan Galatasaray, itu berselisih dengan Presiden Turki Recep Erdogan. Bersama dengan banyak orang lain, Hakan Sukur dituduh berpartisipasi dalam kudeta yang gagal, yang memaksanya pergi ke pengasingan demi keselamatan dirinya.

"Saya tidak punya apa-apa lagi, Erdogan mengambil segalanya: hak kebebasan saya, kemerdekaan berekspresi, dan hak untuk bekerja," ungkap Hakan Sukur kepada surat kabar Jerman Welt am Sonntag seperti dilansir Sindonews.

Baca Juga: Sukses Pecundangi Wolverhampton, Liverpool Harus Bayar Mahal Setelah Punggawa Andalannya Cedera

“Tidak ada yang bisa menjelaskan apa peran saya dalam kudeta ini, seperti yang disangkakan. Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang ilegal, saya bukan pengkhianat atau teroris. Saya mungkin menjadi musuh pemerintah ini, tetapi bukan negara atau bangsa Turki. Saya mencintai negara saya. Setelah berpisah dengan Erdogan, saya mulai menerima ancaman. Toko istri saya diserang, anak-anak saya diganggu, ayah saya dipenjara dan semua aset saya disita," cerita dia.

Selanjutnya Hakan Sukur pindah ke Amerika Serikat, awalnya mengelola sebuah kafe di California, tetapi orang-orang aneh terus datang ke sana. "Sekarang saya menjadi pengemudi Uber dan menjual buku," ujar dia.***

PenulisR24/saut



Loading...

Terpopuler

Loading...