riau24

Ini Kejutan yang Diberikan Kejagung Terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

Rabu, 15 Januari 2020 | 10:36 WIB
Ini Kejutan yang Diberikan Kejagung Terkait Kasus Korupsi Jiwasraya Ini Kejutan yang Diberikan Kejagung Terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

RIAU24.COM -   Dua bulan pasca pengungkapan skandal Jiwasraya, akhirnya memulai babak baru. Kejagung telah menetapkan 5 orang tersangka yakni Eks Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim,  bos PT Hanson International Benny Tjokrosaputro eks Direktur Keuangan PT Jiwasraya Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan. Kini kelimanya sudah ditahan di Rutan berbeda.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Adi Toegarisman mengatakan kepada wartawan di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (14/1/2020) seperti dilansir Riau24.com dari detik.com, "Ini adalah kelanjutan proses penyidikan yang kita lakukan sesuai dengan usul dari tim penyidik maka para tersangka dilakukan penahanan di rutan," ujarnya.

Baca Juga: Muncul Fenomena DJ Menonjolkan Bagian Tubuh, Ini Tanggapan DJ Yasmin



Tapi Adi Toegarisman belum menjelaskan dugaan tindak pidana dalam kaitan penyimpangan investasi dan pembelian saham oleh PT Jiwasraya. Adi pun tidak menyebut jumlah kerugian keuangan negara akibat dugaan korupsi di Jiwasraya. Sedangkan Kapuspenkum Hari Setiyono mengatakan penghitungan kerugian keuangan negara dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Nanti ahli yang akan menentukan nilai kerugian keuangan negara," sambungnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: Kata KPK Atas Penarikan Dua Jaksa dan Dua Penyidik ke Institusi Asal

Agung mengatakan, Jiwasraya membukukan kerugian Rp 13,7 triliun pasca September 2019. Pada posisi November 2019 Jiwasraya diperkirakan mengalami negatif ekuitas sebesar Rp 27,7 triliun. Kerugian itu karena Jiwasraya menjual produk saving plan dengan cost of fund (COF) yang sangat tinggi di atas bunga deposito dan obligasi yang dilakukan secara masif sejak 2015.

Soal dugaan kerugian keuangan negara, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Adi Toegarisman memastikan terjadi kebocoran duit negara terkait penyimpangan Jiwasraya.

 

 

 

R24/DEV

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...