riau24

Pemerintah Akan Naikkan Gas 3 Kg jadi Rp 35.000/tabung, Netizen: We Love U Jokowi

Rabu, 15 Januari 2020 | 16:15 WIB
Ilustrasi/net Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Gas LPG 3 Kg pada pertengahan tahun ini tak akan lagi mendapat subsidi. Pemerintah nantinya akan menjual harga tabung melon tersebut disesuaikan dengan harga pasar.

Rencananya, pemerintah akan menaikkan harga dari sebelumnya berkisar Rp 18.000 sampai Rp 21.000/tabung, akan naik menjadi kisaran Rp 35.000/tabung.

Kenaikan harga gas LPG tersebut menjadi perhatian dari para netizen. Banyak netizen memberikan kritik terhadap rencana tersebut.

Berikut ini beberapa komentar para mengenai wacana kenaikan gas LPG 3 Kg tersebut.
Baca Juga: Cantik dan Mempesona Gadis Bugis Anggota TNI AL Ini, Netizen: Manis Senyumnya

"We Love U Pak @jokowi we do," kata @panca66.

"Subsidi dicabut satu persatu, kemungkinan pertanda APBN mulai jebol. Mengingat hutang membengkak dan penerimaan pajak jauh dari target. Tahun 2019 APBN sudah jebol 300an T. Perlu diingat, defisit APBN biasanya ditutup dengan hutang baru," ujar @Hard_Trees.

"Dulu rakyat disuruh pindah dari pemakaian BBM minyak tanah ke gas dgn slh satu alasan ketersediaan gas yg melimpah di RI sehingga harga lbh murah.... setelah pindah ke gas ternyata rakyat cuma dibohongi ...???" komentar @Carnudin1.

"Gas subsidi ini memang paling banyak dipermainkan oleh para oknum (tdk sesuai HET). Sy setuju jika dinaikkan sehingga tidak lagi menjadi "permainan" oleh para oknum," ucap @Matinsyarkowi3.
Baca Juga: Kecewa dengan Sikap Jokowi Selaku Presiden Pilihan Kita, Wartawan Senior Ini Diskak Netizen: Pilihan Loe Pade Kali...

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan yang berhak menerima subsidi beserta skemanya.

Dia menerangkan jika pihaknya sudah memiliki tiga kriteria penerima subsidi. Pertama, akan ada 15 juta masyarakat yang menerima subsidi, kriteria kedua 20 juta, dan terakhir 25 juta. Namun belum bisa dipastikan kriteria mana yang akan diambil karena masih dalam proses pembahasan siapa saja yang benar-benar berhak.

Dijelaskan Djoksis, jika implementasi ini bisa diterapkan sejak Januari 2020 semestinya akan menghemat 30% subsidi, tapi karena akan diterapkan pertengahan tahun subsidi bisa dihemat sekitar 10-15%.

Skema yang dipertimbangkan beragam, bisa memakai QR Code sehingga saat membeli sejumlah tiga tabung gas nanti subsidi Rp 100.000 akan langsung ditransfer ke rekening penerima subsidi. Selain itu, sedang dihitung berapa rata-rata kebutuhan para warga yang berhak terima subsidi dalam sebulan.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...