riau24

Johan Budi Bantah Pernah Bahas PAW Dengan Ketua KPU

Kamis, 16 Januari 2020 | 13:47 WIB
Johan Budi (foto/int) Johan Budi (foto/int)

RIAU24.COM - JAKARTA- Anggota Komisi II DPR RI Johan Budi membantah pernah diajak komunikasi oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman  sebagaimana pengakuan Komisioner Wahyu Setiawan.

Wahyu menyebutkan, bahwa Arief pernah berbincang dengan Johan agar menyampaikan pesan ke Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bahwa pergantian antar waktu (PAW) yang dikehendaki DPP melawan UU.

Baca Juga: Agung Laksono Dijadwalkan Buka Musda III PDK Kosgoro 1957 Riau di Hotel Adrya Duta



"Saya tidak pernah membahas dengan Pak Arief, Ketua KPU soal itu. Dan tidak tahu soal PAW-PAW begitu," ujar Johan saat dikonfirmasi Riau24, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Johan menambahkan, ia bukanlah pengurus partai dan tidak pernah dilibatkan dalam urusan PAW. "Tapi lebih baik dikonfirmasi ke pak Arief juga apa benar saya pernah membahas soal itu dengan dia. Terus kalau pernah membahas kapan? Untuk apa?" tuturnya.

Baca Juga: Sah! Muhammadiyah Fatwakan Vape Haram, Berikut Penjelasannya

Sebelumnya, komisioner KPU Wahyu Setiawan mengaku tak kenal dengan Politisi PDI Perjuangan, Harun Masiku.
Sebagaimana, dugaan KPK bahwa Wahyu diduga menerima suap dari Harun terkait PAW.

Wahyu mengatakan tak pernah bertemu atau berkomunikasi dengan Harun. Tetapi, ia pernah dihubungi oleh Agustiani Tio Fridellina yang menanyakan penetapan anggota DPR melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW) untuk Harun Masiku.

Atas dasar itulah ia mengklaim ada gelagat "permakelaran", Wahyu mengatakan saat itu dirinya mengkomunikasikan perihal PAW ini dengan Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik.

"Saya pernah menyampaikan di chatting saya, saya mohon surat-surat penolakan terhadap PDIP segera dikeluarkan karena ada situasi permakelaran," ujar Wahyu dalam sidang dugaan pelanggaran kode etik yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (15/1/2020).

Wahyu pun mengkomunikasikan hal itu kepada Arief. "Ketua kalau ketua bisa berkomunikasi dengan Harun tolong disampaikan bahwa permintaan PDI-P melalui surat tidak mungkin bisa dilaksanakan, kasihan Harun," ujarnya.

Wahyu kemudian menyebut bahwa Arief Budiman sempat menjelaskan sikap penolakan KPU ini ke sejumlah pihak, termasuk anggota Komisi II DPR Fraksi PDI-P Johan Budi. Namun, Wahyu tak menyebutkan lebih lanjut tanggapan dari Johan Budi.

"Ketua juga menceritakan pada kami, telah berupaya menjelaskan kepada berbagai pihak pada sikap penolakan kami. Termasuk baru saja menceritakan pada Pak Johan Budi anggota komisi II yang kebetulan bertugas sama ketua," ujarnya. (R24/Bisma)

PenulisR24/bis



Loading...
Loading...