riau24

Menteri Keuangan Sri Mulyani Sowan ke PBNU, Netizen Sindir Said Aqil: Jangan Ngoceh Lagi Ya

Kamis, 23 Januari 2020 | 20:54 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Sowan ke PBNu Menteri Keuangan Sri Mulyani Sowan ke PBNu

RIAU24.COM -  Menteri Keuangan Sri Mulyani berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Rabu (22/1/2020). Kunjungan ini sepertinya untuk meredakan ketegangan antara kedua belah pihak. 

Menkeu Sri Mulyani yang tampak berkerudung saat datang ke kantor PBNU, yang kemudian diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Baca Juga: Luhut: Ada 30 Cukong Siap Danai Ibu Kota Baru

Momen pertemuan Sri Mulyani dengan Said Aqil Siradj kemudian diunggah akun resmi twitter PBNU.

“Kunjungan Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati ke gedung PBNU. Atas saran & masukan dari PBNU, Menkeu bersepakat untuk memperbaiki & menyempurnakan skema Program Kredit Ultra Mikro kepada masyarakat tidak mampu dengan bunga serendah-rendahnya sebagai afirmasi kepada rakyat kecil,” tulis akun twitter @nahdlatululama, Rabu (22/1/2020).

Kunjungan Sri Mulyani ke PBNU ini mendapat beragam respon dari warganet. Diantaranya seperti yang dilansir oleh wartakota.info sebagai berikut :

Baca Juga: Beredar Foto Ridwan Kamil Buka Cafe di Australia, Fadli Zon: Tak Perlu, Urusi Banjir Dulu

“Cairrr bos,” ujar @arifsuryo_83.

“Udah yah jangan ngoceh” lagii.. udah cairr kann,” sentil @basoe_mercon.

“Batal ngambek ni ye, " timpal @Waffen___SS.

“Akhirnya kritis dan lantangnya ketum PBNU didengar……..kita lihat hbs ini masih kritis dan lantang atau tidak,” ujar @18syaban1400.

Seperti diketahui, Ketua PBNU Said Aqil Siradj melalui video yang viral beberapa waktu lalu, mempertanyakan janji Sri Mulyani mengalokasikan dana kredit murah sebesar Rp 1,5 triliun. Janji ini, kata Said, tertuang dalam nota kesepahaman antara PBNU dan Kementerian Keuangan.

Akibat tak mendapat kejelasan, belakangan sikap PBNU terhadap pemerintah Jokowi terkesan berbalik arah. Jika biasanya memuji Jokowi,  Said Agil kemudian rajin mengkritik sang presiden, seperti soal penegakan hukum yang lemah. ***

 

PenulisR24/saut



Loading...


Loading...