riau24

Anies Baswedan Mau Bangun Mall di Kawasan Monas, Hotman Paris Tak Setuju, Ini Alasannya

Jumat, 24 Januari 2020 | 10:33 WIB
Hotman Paris Hotman Paris

RIAU24.COM -  Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya ikut berkomentar terkait rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan membangun mall di kawasan Monas. Ia tidak setuju dengan pembangunan mall tersebut.

Ia mengatakan bahwa pembanguan mall di Kawasan Monas hanya akan membuat sekitar Monas semakin macet. Apalagi Monas adalah kebanggan rakyat Indonesia, sehingga harusnya dijaga kelestariannya.

Baca Juga: Luhut: Ada 30 Cukong Siap Danai Ibu Kota Baru

"Salam dari Kopi Joni, pagi ini yang jadi perbincangan koko-koko adalah membicarakan katanya ada rumor mau dibangun mall di sekitar Monas. Semua pada terkejut. Monas ini kan kebanggaan Indonesia dan yang membangun Monas ini kan Soekarno," tulis Hotman Paris di akun Instagram @hotmanparisofficial yang di unggah Jumat (24/1/2020) seperti dikutip dari Jitunews.

Hotman Paris mewakili rakyat Indonesi memohon agar tidak dibangun mall di kawasan Monas. Pasalnya Monas adalah lambang kebanggaan rakyat Indonesia. "Jadi para warga memohon, itu lambang kebanggaan Indonesia, jangan dibangun mall, nanti Monas macet total. Ini koko-koko di Kopi Joni semua tidak setuju dibangun mall di Monas," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bahana Prima Nusantara, Muhidin Shaleh mengatakan akan tetap melanjutkan revitalisasi Monas. Pasalnya belum ada perintah menghentikan proyek dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Petanahan.

Baca Juga: Beredar Foto Ridwan Kamil Buka Cafe di Australia, Fadli Zon: Tak Perlu, Urusi Banjir Dulu

"Penjelasan sejauh ini dari dinas tekait itu tetap berjalan sampai dengan selesai. Dan kalaupun ada dari sudut yang lain seperti DPRD dan lain yang menyatakan bahwa ada Keppres tentang kawasan Medan Merdeka, itu dinas terkait yang akan menjawab," kata Muhidin di Penang Bistro, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

Muhidin menyampaikan akan tetap melanjutkan proyek dengan tambahan waktu 50 hari. Sehingga direncanakan selesai pada bulan Februari 2020. "Sekarang sudah 88 persen selesai, tinggl finishing," pungkasnya.***

PenulisR24/saut



Loading...


Terpopuler

Loading...