riau24

Pertama dalam Sejarah, Israel Resmi Izinkan Warganya Berkunjung ke Arab Saudi

Senin, 27 Januari 2020 | 09:34 WIB
Israel dan Arab Saudi Israel dan Arab Saudi

RIAU24.COM -  YERUSALEM - Pemerintah Israel membuat keputusan bersejarah dengan secara resmi mengizinkan para warganya melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Langkah pemerintah negara Yahudi ini dinilai media setempat sebagai langkah baru bagi kedua negara untuk meningkatkan hubungan.

Sebelumnya, hukum Israel melarang warga melakukan perjalanan bagi warganya ke banyak negara Arab, termasuk Arab Saudi, tanpa izin tegas dari menteri dalam negeri. Selama larangan itu, para pengusaha negara Yahudi nekat melakukan perjalanan secara diam-diam.

Baca Juga: Virus Corona Makin Menyebar, Giliran Pakistan Umumkan Warganya Jadi Korban Covid-19

Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan kebijakan baru itu pada hari Minggu, sebagaimana dikutip SIndonews dari Times of Israel, Senin (27/1/2020). Kebijakan yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Aryeh Deri itu mengizinkan warga Israel untuk pergi ke Kerajaan Arab Saudi guna berpartisipasi dalam pertemuan bisnis atau untuk mencari investasi asalkan mereka mendapat undangan dari badan resmi dan telah mengurus dokumen yang diperlukan untuk memasuki negara itu.

Kebijakan itu juga secara resmi memungkinkan warga Muslim Israel untuk melakukan perjalanan ke kota Makkah guna melakukan ibadah haji atau pun umrah. Selama ini warga Muslim Israel biasanya melakukan perjalanan haji menggunakan surat-surat sementara Yordania.

Arab Saudi sendiri belum membuat pengumuman yang mencabut larangan warga negara Israel untuk berkunjung. Para pejabat Israel sudah sering blakblakan bahwa kedua negara menjalin hubungan klandestin dalam beberapa tahun terakhir, terutama yang befokus pada masalah keamanan terkait permusuhannya dengan Iran.

Baca Juga: Kacau, Tiba-tiba Muncul Petisi Makzulkan Presiden Korea Selatan Moon, Dianggap Gagal Atasi Virus Corona

Pada bulan September, Arab Saudi dengan keras menyerang pengumuman Netanyahu bahwa ia akan mencaplok Lembah Jordan dan bagian-bagian lain Tepi Barat. Saudi kemudian mengadakan pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengutuk langkah yang direncanakan Netanyahu.***

PenulisR24/saut



Loading...


Loading...