riau24

Ketua KPK Sebut Belum Mampu Temukan Harun Masiku, Said Didu Cuma Komentari 3 Kata ini

Selasa, 28 Januari 2020 | 10:13 WIB
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu

RIAU24.COM - Hingga saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih belum menangkap eks caleg PDI Perjuangan yang jadi tersangka kasus suap, Harun Masuki yang saat ini masih jadi buronan.

Ketua KPK Firli Bahuri, mengklaim jika petugas telah mencari ke berbagai pelosok di Indonesia yang diduga menjadi tempat persembunyian Harun. Tapi, hingga kini masih belum membuahkan hasil.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu mengomentari pernyataan Firli tersebut. Bahkan, dia pun hanya mengucapkan tiga kata saja.
Baca Juga: Ketika TKA China Masuk Semua Bungkam, Ustaz Zukarnain Bandingkan Dengan TKI dari Malaysia yang Disebut Pembawa Corona, Netizen Langsung Komentar Begini

"Kode "menyerah" nih?" kata dia mengutip di akun Twitternya, Senin, 27 Januari 2020.

Sebagaimana diberitakan, Ketua KPK Firli Bahuri, mengatakan pihaknya hingga saat ini belum mampu menemukan Harun. Kata dia, petugas sudah mencari ke berbagai pelosok di Indonesia.

Firli sendiri juga belum bisa menjawab terkait dengan butuh waktu berapa lama KPK menangkap Harun. Firli mengakui proses pencarian tidaklah mudah. Namun, ia tetap optimistis lembaga yang dipimpinnya bisa menangkap caleg PDIP asal Sumatera Selatan itu. "Pasti akan ketangkap," ujarnya.
Baca Juga: Karena Corona, Pimpinan KPK Sependapat Napi Koruptor Dibebaskan

Netizen mengomentari kicauan Said Didu tersebut. Ini komentar para netizen.

"Kalo niat jarum ya bisa ketemu kok... Ada api buat bakar jerami, ada magnet buat tarik besi, atau bisa juga pake angin sepoi2 ut niup jerami," ujar @AnakJaton.

"Selemah itukah Semangat New KPK , yg katanya mampu Memperkuat Pemberantasan Korupsi !?
Atau sebenaranya memang hanya Slogan saja , tetapi sejatinya tidak punya kelebihan dan kemapuan bertindak  
Jangan menganggap Publik mudah dibohongi !" komentar @trisenka.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...