riau24

Guru Honorer Menangis di DPR, Prof Zainuddin: Mana Kebesaran Negara Kita?

Rabu, 29 Januari 2020 | 09:37 WIB
Anggota DPR RI, Prof Zainuddin Anggota DPR RI, Prof Zainuddin

RIAU24.COM - JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Prof Zainuddin Maliki merasa bangga menjadi bagian dari sebuah negara besar ketika Presiden ketujuh RI Joko Widodo diundang ke dalam pertemuan negara-negara kelompok ekonomi utama G-20. 

Namun di sisi lain, dirinya bertanya-tanya di mana kebesaran republik ini ketika di dalamnya masih ada guru honorer K2 maupun nonkategori yang menangis saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komunitas Pena Emas Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (Komnas PGHRI) dan Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) di Senayan, Jakarta Selasa kemarin.

Baca Juga: Gara-gara Kebijakan Arab Saudi, Jamaah Umrah Asal Riau yang Sudah Sampai Madinah Terpaksa Pulang Kampung

"Saya merasa menjadi bagian dari sebuah negara yang besar, tetapi ketika mendengar tangisan dari honorer K2 dan nonkategori, lalu saya bertanya di mana kebesaran negara kita ini? Negara besar ternyata di dalamnya masih ada yang menangis. Di ruang komisi X DPR RI," ucap Prof Zainuddin seperti melansir jpnn.com, Rabu (29/1/2020)

Oleh karena itu, legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini ingin supaya ke depan tidak ada lagi para guru honorer terutama honorer K2 yang menangis. 

Dia sepakat dan mendesak pimpinan komisi pendidikan itu untuk menginisiasi rapat gabungan lintas komisi dan kementerian. 

Baca Juga: Tak Takut AS, Indonesia Dukung Perdamaian Palestina

"Saya sepakat langkah-langkah kita nanti, kami mendesak pimpinan mengadakan rapat gabungan. Bila perlu tidak hanya dengan menteri pendidikan, tetapi juga menteri keuangan," tegas politikus asal Jawa Timur ini.

Dia memahami bahwa pemerintah sedang menghadapi masalah perlambatan ekonomi. Namun, ketika rezim ini punya komitmen tinggi untuk mengangkat dan memberdayakan masyarakat yang lemah, meskipun anggaran negara terbatas tetapi persoalan honorer pasti bisa diselesaikan. 

"Problemnya adalah kemauan untuk menempatkan yang lemah mendapatkan prioritas. Salah satu yang lemah ini adalah honorer K2 dan nonkategori. Itu dulu yang diselesaikan. Angkat mereka jadi PNS supaya masa depan bangsa kita ini tidak menjadi suram," tandas Zainuddin.***

PenulisR24/put



Loading...


Loading...