riau24

Tak Kantongi Kartu Bansos, Beli Elpiji Bersubsidi di Siak Akan Rp35 Ribu Per Tabung

Rabu, 29 Januari 2020 | 13:33 WIB
Harga elpiji tiga kilo akan naik menjadi Rp 35.000 per tabungnya (foto/int) Harga elpiji tiga kilo akan naik menjadi Rp 35.000 per tabungnya (foto/int)

RIAU24.COM - SIAK- Kenaikan Harga Elpiji Tiga kilo atau gas bersubsidi memang nyatanya bukan sebagai isapan jempol belaka. Namun terhitung bulan Juli 2020, harga elpiji tiga kilo akan naik menjadi Rp 35.000 per tabungnya.

Namun demikian kenaikan harga elpiji melon ini hanya diberlakukan untuk masyarakat yang tidak mengantongi kartu Bansos dari pusat. Sementara bagi warga yang terdaftar dan memiliki kartu Bansos harga elpiji tiga kilo ini tetap pada harga Rp.19.000 per tabung.

Baca Juga: Sebanyak Rp254 Miliar, Anggaran Penanganan Covid-19, Ini Pesan Ketua DPRD Siak



Sementara itu, penyaluran nama warga yang mendapat kartu Bansos langsung didata oleh pusat, lantaran data warga yang berhak mendapatkan kartu ini sudah terdaftar.

"Nama-nama pemegang kartu itu langsung dari pusat. Sebab, datanya sudah ada di sana. Saya rasa, Juli nanti penerapan itu sudah mulai berlaku," kata Kabid Perdagangan Disperindag Siak, Hendra ,Rabu (29/01/2020).

Baca Juga: Tanoto Foundation Vidcon Bersama Kemendikbud RI, Bahas Persiapkan New Normal Pendidikan

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Siak akan menyalurkan subsidi elpiji melon atau LPG 3 Kg bagi masyarakat yang memegang kartu Bansos. Artinya, harga tabung elpiji 3 Kg bakal naik bagi masyarakat golongan mampu.

Sebab, kata Hendra, pihaknya sudah menggelar rapat dengan Pemrov Riau soal rencana kenaikan harga LPG 3 Kg tersebut.

"Wacana itu sebetulnya sangat bagus. Agar yang mendapatkan gas melon, orang-orang yang tepat," ujarnya.

Jika penerapan itu sudah berlaku, bagi masyarakat yang tidak memiliki kartu, bakal dikenakan harga Rp35 ribu. Sementara bagi pemegang kartu, harganya masih sama dengan saat ini, Rp19 ribu.

Hendra pun mengakui, bahwa kelangkaan gas melom seminggu terakhir di beberapa daerah di Siak untuk menyesuaikan wacana tersebut.

"Ya ketentuannya memang begitu. Sebetulnya tidak langka. Cuman menyesuaikan saja. Maka itu kita tunggu saja bagaimana keputusan dari pusat. Sebab, ini semua GW-nya pusat," katanya.(R24/Lin)

PenulisR24/lin



Loading...
Loading...