riau24

Militer Iran: Serangan Rudal di Irak Sebabkan AS Rugi Besar

Sabtu, 08 Februari 2020 | 14:09 WIB
Ilustrasi/int Ilustrasi/int

RIAU24.COM -  Militer Teheran mengatakan rentetan serangan rudal Iran di dua pangkalan militer Irak 8 Januari lalu menyebabkan Amerika Serikat (AS) menderita kerugian besar. Menurut militer negara para Mullah tersebut, Washington mencoba menutup-nutupi kerugian besar yang di derita. 

Baca Juga: Khamenei: AS yang Dikontrol Zionis Akan Tenggelam Seperti Titanic

Pernyatan itu disampaikan juru bicara Staf Umun Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, pada hari Jumat. Pangkalan Ain al-Asad dan Erbil di Irak yang dioperasikan militer Amerika dan koalisinya hancur oleh serangan belasan misil balistik Teheran. 

"Kami melakukan kerusakan serius pada mereka. Mereka harus mengakuinya dalam beberapa hari mendatang. Mereka tidak dapat menyembunyikan kerugian besar mereka," kata Shekarchi seperti dikutip dari kantor berita Fars, Sabtu (8/2/2020).

Presiden AS Donald Trump awalnya mengatakan bahwa tidak ada personel militer AS yang terbunuh atau terluka dalam serangan itu. Namun, pada akhir Januari lalu, Departemen Pertahanan Amerika mengatakan sekitar 50 personel militer AS didiagnosis menderita cedera otak traumatis (TBI) atau gegar otak. Saat serangan Iran, sekitar 200 personel pasukan Amerika ditemukan berada di zona ledakan.

Beberapa hari kemudian, Pentagon memperbarui jumlah pasukan AS yang terluka menjadi 64 orang.  Pada 8 Januari, Iran melakukan serangan rudal terhadap dua pangkalan militer Irak yang dioperasikan militer AS dan koalisinya. Serangan itu sebagai awal dari balas dendam atas pembunuhan komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qasem Soleimani, oleh serangan drone Amerika di dekat Bandara Internasional Baghdad beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Miris, Begini Cara yang Ditempuh India Supaya Daerah Kumuhnya tak Tampak Lagi Saat Kunjungan Donal Trump

Amerika Serikat merasa pembunuhan terhadap Soleimani dibenarkan dengan mengklaim jenderal Iran tersebut merencanakan serangan terhadap aset-aset AS di kawasan Timur Tengah.

 

Sumber: Sindonews

​​​​​​

PenulisR24/riko



Loading...


Terpopuler

Loading...