riau24

Wow, Politikus PDIP Ini Sebut Jokowi Salah Susun Kabinet, Ini Alasannya

Sabtu, 08 Februari 2020 | 23:54 WIB
Effendi Simbolon Effendi Simbolon

RIAU24.COM -  Pernyataan mengejutkan datang dari politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon. Meski PDIP adalah pendukung Jokowi, namun Effendi menilai, ada kesalahan dalam susunan Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Presiden Jokowi. Salah satu dasar penilaiannya, setelah 100 hari kerja, sejumlah menteri di kabinet dinilai tak dapat menunjukkan kemampuannya.

Tak hanya itu, Effendi juga menyebut susunan kabinet sekarang bukanlah tim impian. "Ya lagi-lagi ada political appointee, ada contractor appointee, ada orang-orang yang gak ada urusannya tapi posisinya di situ," lontarnya, dalam diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu 8 Februari 2020.

Baca Juga: Terang-terangan, Anggota DPR Tolak Tegas Rencana Jokowi Terapkan Darurat Sipil, Alasannya Bikin Merinding

Dilansir tempo, Effendi kemudian menyoroti posisi salah satu menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, hingga Menteri Kelautan dan Perikanan Eddy Prabowo. 

Menurutnya, kedua menteri melakukan perubahan yang terlalu revolusioner. Ia mencontohkan Nadiem yang menghapus Ujian Nasional dan Eddy yang mengoreksi banyak aturan yang dibuat Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya, Susi Pudjiastuti. 

Perubahan terus dilakukan seakan melupakan bahwa aturan yang diubah juga dibuat oleh Menteri di era Jokowi periode pertama.

"Berarti kebijakan Jokowi sendiri dia koreksi. Poinnya adalah semua kementerian selalu melakukan evaluasi, perubahannya langsung timur barat. Seperti pemerintahan baru yang mulai dari nol," kata Effendi.

Baca Juga: Tak Dimasukkan Zulkifli Hasan dalam Daftar Pengurus, Amien Rais pun Terbuang dari PAN,

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, mengatakan Jokowi akan tetap terbuka menerima masukkan dari siapa pun. Meski begitu, ia menilai terlalu cepat jika menilai kinerja para menteri hanya berdasarkan 100 hari kerja.

"Saya kira masih memerlukan waktu untuk melakukan evaluasi secara mendalam, menyeluruh, dan objektif terhadap kompetensi seorang yang duduk di Kabinet," kata Donny. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...