riau24

Mengatakan Bahwa Kematian Kobe Bryant Sebagai Karma Seorang Pemerkosa, Ini Hukuman yang Diterima Oleh Seorang Kepala Sekolah di Inggris

Senin, 10 Februari 2020 | 12:01 WIB
Mengatakan Bahwa Kematian Kobe Bryant Sebagai Karma Seorang Pemerkosa, Ini Hukuman yang Diterima Oleh Seorang Kepala Sekolah di Inggris Mengatakan Bahwa Kematian Kobe Bryant Sebagai Karma Seorang Pemerkosa, Ini Hukuman yang Diterima Oleh Seorang Kepala Sekolah di Inggris

RIAU24.COM -  Seorang kepala sekolah menengah yang menulis bila Kobe Bryant pantas mati karena mendapat "karma" setelah kecelakaan helikopter fatal legenda NBA, akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.

"Menurut saya, karma telah diterima oleh seorang pria hari ini," Liza Sejkora, yang merupakan mantan kepala sekolah SMA Camas di Camas, Washington, memposting di Facebook pada hari di mana mantan Los Angeles Laker tersebut meninggal dunia.

Bryant, putrinya yang berusia 13 tahun bernama Gianna Bryant dan tujuh lainnya tewas ketika helikopter mereka jatuh di California Selatan pada 26 Januari 2020 ketika mereka sedang dalam perjalanan ke pertandingan bola basket. Sejkora meminta maaf setelah kejadian itu, dan mengatakan bahwa dia menyesal telah menulis postingan tersebut.

Baca Juga: Seorang Ayah di Hong Kong Pergi Belanja, Anaknya Tewas Terjatuh Dari Apartemen 15 Lantai

"Saya punya pengalaman pribadi yang menghasilkan reaksi mendalam," kata Sejkora kepada stasiun ABC Portland, KATU, Selasa. "Ini adalah situasi di mana aku tidak berpikir sebelum memposting, dan aku sangat menyesal tentang itu."

Dia mengundurkan diri pada hari Jumat. "Siswa dan staf layak memiliki lingkungan belajar yang bebas dari gangguan," kata Sejkora dalam sebuah pernyataan.

Inspektur Sekolah Camas Jeff Snell mengatakan komentar Sejkora tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh distrik.

"Ini adalah minggu yang penuh gejolak; namun, saya terkesan dengan tingkat profesionalisme yang telah ditunjukkan oleh anggota staf kami serta kepedulian dan kasih sayang dari keluarga kami," kata Snell dalam sebuah pernyataan.

Postingan awal Sejkora mengacu pada kasus tahun 2003 yang melibatkan Bryant dan seorang wanita di Colorado. Bryant dituduh melakukan pelecehan seksual oleh seorang karyawan sebuah hotel, tetapi kasus ini dibatalkan setelah korban tidak mau bersaksi. 

Baca Juga: Mengaku Yesus, Perempuan di Korsel Ini Tularkan Virus Corona Pada Ribuan Jemaat

Peringatan kematian Kobe untul publik diatur pada tanggal 24 Februari di Staples Center di Los Angeles. Di arena itulah karier Bryant berkembang. Dia memainkan seluruh 20 tahun karirnya dengan Lakers, memenangkan lima kejuaraan NBA, satu MVP dan dua final MVP.

 

 

 

R24/DEV

PenulisR24/dev



Loading...


Loading...